Ukuran Pemusatan Pengolahan data biasanya dilakukan untuk menghasilkan ukuran- ukuran yang berupa rangkuman yang dapat mewakili data tersebut. Untuk itu, kita berusaha untuk mengetahui di mana suatu data terpusat yang disebut juga sebagai ukuran pemusatan data atau ukuran tendensi sentral. Beberapa jenis nilai gejala pusat yang sering digunakan ialah rata- rata (mean), median, dan modus. A. Rata-rata (Mean) 1.Cara Menghitung Nilai Rata-rata Data Tak Tersusun. Jika dimisalkan, nilai ulangan matematika Anto adalah 10, 10, dan 7; maka rata-rata nilai Anto = = 9. Jadi: Rata-rata = atau x (dibaca: “x bar”) = rata-rata, mean, atau rataan; n = banyak data atau ukuran data; x i = nilai data yang ke-i; dan = (dibaca: sigma) yang menyatakan “penjumlahan” atau “jumlah dari.” 2.Menghitung Rata-rata dengan Tabel Frekuensi. Jika nilai Robi untuk 10 mata pelajaran adalah sebagai berikut: 9, 7, 7, 8, 8, 7, 8, 7, 6, 7. Bagaimana menentukan rata-ratanya? Salah satu cara adalah dengan menggunakan rumus di atas. Tetapi, jika data tersebut diurutkan akan didapat data berikut: 6, 7, 7, 7, 7, 7, 8, 8, 8, 9, sehingga 36