Jurnal Teknologi, Volume 3 Nomor 2 , Desember 2010, 99-106 99 ANALISIS KUAT TARIK DAN ELONGASI PLASTIK KITOSAN TERPLASTISASI SORBITOL Ani Purwanti Jurusan Teknik Kimia, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta e-mail : ani4wanti@gmail.com ABSTRACT In Indonesia, shrimp industries produce solid waste in the form of the head, tail, and skin. These material can be further processed into chitosan that can be used as plastic (chitosan edible film). The chitosan film tends to be brittle. One way to increase the flexibility of plastic chitosan is by adding additional ingredients (plasticizer) in the solution of chitosan. Mechanical properties of chitosan plastic should be able to survive from environmental influences during storage. The aim of this study is to determine the effect of sorbitol as a plasticizer and to study the effect of the environmental conditions such as temperature and specific humidity on mechanical properties (tensile strength and percent elongation) of chitosan plastic. Chitosan is obtained from dried shrimp waste through three stages, i.e. demineralization, deproteinization, and deacetylation. Chitosan solution was prepared using a 1% acetic acid solution.Solution with different sorbitol consentration is dried in the temperature at 80 0 C. To study the effect of storage on its characteristics, chitosan films were stored for 6, 12, 18, and 24 days at 30 0 C with relative humidity at 75%. The results of experiments show that the chitosan plastic tensile strength values decrease from 3.94 MPa to 0.2 MPa and plastic elongation value percent chitosan increased from 1.5% to 16.6% in addition of plasticizer with a concentration of 2 g sorbitol/g chitosan. During the twenty four days storage period, all of chitosan palstic have a stable tensile strength and percent elongation. Its tensile strength values are ranging between 0.1 to 2.08 MPa and percent elongation values between 7 - 16.6%. Keywords: chitosan, edible film of chitosan, sorbitol INTISARI Di Indonesia, proses pengolahan udang menghasilkan limbah padat yang berupa kepala, ekor, dan kulit. Bahan sisa tersebut dapat diolah menjadi kitosan yang selanjutnya dapat dijadikan plastik kitosan (edible film). Salah satu cara untuk meningkatkan fleksibilitas plastik kitosan tersebut adalah dengan menambahkan bahan tambahan (plastisizer) ke dalam larutan kitosan dalam proses pembuatan plastik. Sifat mekanik plastik kitosan yang dihasilkan harus mampu bertahan terhadap pengaruh lingkungan pada saat penyimpanan/ penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sorbitol dan lama penggunaan plastik kitosan yang dibuat dengan plastisizer sorbitol pada kondisi suhu dan kelembaban lingkungan tertentu terhadap sifat mekanik (kuat tarik dan persen elongasi). Kitosan diperoleh dari kulit, kepala, dan ekor udang melalui proses demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi dengan menggunakan larutan NaOH dan HCl. Plastik kitosan dibuat dengan melarutkan kitosan ke dalam larutan asam asetat 1% dengan konsentrasi 1% (berat kitosan/ mL asam asetat). Larutan kemudian dilakukan pencetakan dalam loyang Teflon dan dikeringkan dalam oven pada suhu 80 0 C. Plastik kitosan tersebut dianalisis nilai kuat tarik dan persen pemanjangannya. Pengaruh kondisi penyimpanan terhadap sifat mekanik dipelajari dengan menyimpan plastik pada suhu 30 0 C dan kelembaban 75%. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, dengan penambahan plastisizer dengan konsentrasi 2 g sorbitol/g kitosan, nilai kuat tarik plastik kitosan mengalami penurunan dari 3,94 MPa menjadi 0,2 MPa dan nilai persen elongasi plastik kitosan mengalami peningkatan dari 1,5% menjadi 16,6%. Selama penyimpanan dalam rentang waktu sampai 24 hari pada kondisi 30 0 C dan kelembaban 75%, plastik kitosan tanpa penambahan sorbitol maupun dengan penambahan sorbitol dengan konsentrasi 2 g sorbitol/g kitosan mempunyai sifat kuat tarik dan persen pemanjangan yang relatif stabil, yaitu dengan nilai kuat tarik yang berkisar antara 0,1 – 2,08 MPa dan nilai persen pemanjangan antara 7 – 16,6%. Kata kunci: kitosan, plastik kitosan, sorbitol