1 ANALISIS CITRA SATELIT ASTER UNTUK PEMETAAN SEBARAN TERUMBU KARANG DI KEPULAUAN NUSA PENIDA, BALI. Oleh: I Gede Sudiarta, I Wayan Arthana, I Wayan Sandi Adnyana, I Wayan Nuarsa 1. Pendahuluan Terumbu karang merupakan keunikan diantara asosiasi antar komunitas lautan yang seluruhnya dibentuk oleh kegiatan biologis. Terumbu adalah endapan masif dari kalsium karbonat yang terutama dihasilkan oleh binatang karang dari filum Cnidaria, klas Anthozoa, ordo Madreporaria (Scleraktinia) dan sedikit dari alga berkapur serta organisme lainnya (Nybakken, 1992). Akhir-akhir ini terumbu karang semakin banyak menarik perhatian, dengan pesatnya perkembangan wisata bahari, penjualan fragmen karang dan kegiatan budidaya karang, tidak terkecuali ekosistem terumbu karang di Kepulauan Nusa Penida. Menurut Laporan Bapedalda Provinsi Bali (2002), penyebaran terumbu karang di Pulau Bali terdapat hampir di sepanjang pantai yang tidak dipengaruhi oleh aliran air tawar melalui sungai-sungai besar. Akan tetapi data mengenai luasnya yang secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan masih belum tersedia. Ketersediaan data dan informasi lingkungan yang tepat dan akurat secara berkala, menjadi salah satu permasalahan dalam pengelolaan sumberdaya alam di Indonesia. Menyikapi hal ini, salah satu kebijakan dalam pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir adalah mengembangkan data dan informasi kelautan. Ini penting artinya dalam pengelolaan sumberdaya potensial di wilayah pesisir; salah satunya terumbu karang (KepMen Kelautan dan Perikanan No: Kep/10/Men/2002). Kepulauan Nusa Penida memiliki karakteristik pantai bertebing terjal dan dasar perairan yang curam, merupakan daerah yang baik bagi pertumbuhan terumbu karang. Umumnya persebaran terumbu karang menunjukkan suatu pola persebaran yang mengikuti pola zonasi geomorfologi daerah setempat di mana terumbu karang tersebut hidup dan berkembang. Zona persebarannya mengikuti pola kedalaman perairan dan memiliki struktur komunitas bentik yang khas, serta menutupi areal yang luas, maka terumbu karang dapat dikenali melalui citra hasil penginderaan jauh (Mumby et al, 2003).