1 DINAMIKA PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DALAM ISLAM Oleh: Djamaluddin Perawironegoro A. Pendahuluan 1. Latarbelakang Tiga di antara temuan ilmiah terpenting di Dunia Islam yang sangat berpotensi memengaruhi perjalanan kehidupan umat Islam secara mendalam dan menyeluruh dalam memasuki abad ke -15 H, selanjutnya memasuki abad ke-21 M, adalah; (1) Problem terpenting yang dihadapi umat Islam saat ini adalah masalah ilmu pengetahuan; (2) ilmu pengetahuan modern tidak bebas nilai (netral) sebab dipengaruhi oleh pandangan-pandangan keagamaan, kebudayaan, dan filsafat, yang mencerminkan kesadaran dan pengalaman manusia Barat; (3) umat Islam, oleh karena itu, perlu mengislamkan ilmu pengetahuan masa kini dengan mengislamkan symbol-simbol linguistik mengenai realitas dan kebenaran. Demikian diungkapkan oleh Syed M. Naquib Al-Attas dikutip oleh Wan Mohd Nor Wan Daud dalam The Educational Philosophy and Practice. 1 Ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan berbasis nilai, dan Islamisasi ilmu adalah hal yang memberikan perubahan pada kondisi umat Islam di masa yang akan datang. Hal ini bukan sesuatu yang mustahil, mengingat dalam sejarahnya, umat Islam pernah menjadi “leader” dalam pengembangan ilmu pengetahuan di masa kejayaannya. Islamisasi ilmu adalah perkembangan terakhir dari perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. Senada dengan hal tersebut diungkapkan oleh Ismail Raji Al-Faruqi dengan Islamization of knowledge. Dalam konteks lain Imam Suprayogo menggunakan istilah Integrasi ilmu, Amin Abdullah menyebutnya dengan integrasi-interkoneksi, dan Haidar Bagir menyebutnya dengan reintegrasi. Fenomena ini bukan hanya sekedar teori dan tanpa realisasi. Ide ini dilanjutkan dengan serius oleh para pakar tersebut. Lihatlah dengan usaha Syed 1 Wan Mohd Nor Wan Daud, The Educational Philosophy and Practice of Syed M. Naquib Al- Attas, alih bahasa Hamid Fahmi, dkk. (Bandung: Mizan, 1998), hal.317