73 STUDI KONDISI DAN POTENSI EKOSISTEM PADANG LAMUN SEBAGAI DAERAH ASUHAN BIOTA LAUT (Study on Condition and Potency of Seagrass Ecosystem as a Nursery Ground of Marine Organisms) Arifin 1 dan Jamaluddin Jompa 1 ABSTRAK Padang lamun merupakan suatu ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas hayati tinggi. Secara ekologis berperan sebagai daerah asuhan, daerah mencari makan dan tempat berlindung berbagai jenis biota laut. Banyak diantara biota laut tersebut memiliki nilai ekonomis tinggi sebagai komoditas ekspor seperti u- dang dan ikan kerapu. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan mulai Oktober hingga November 2001 bertujuan untuk mengetahui distribusi, kondisi dan potensi padang lamun sebagai daerah asuhan berbagai je- nis biota laut (ikan dan avertebrata) juga sebagai habitat makro alga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis lamun di perairan Pulau Tanakeke, yaitu: Thalassia hemprichii, Halodule uninervis, Halo- phila minor, dan Syringodium isoetifolium. Vegetasi lamun jenis-jenis tersebut terdapat dalam suatu komuni- tas campuran antara dua atau empat jenis yang membentuk suatu hamparan padang lamun yang sangat luas. Suatu sisi yang terlindung karena membentuk teluk dari Pulau Tanakeke memiliki kelimpahan dan persen penutupan lamun yang tinggi namun jumlah spesies yang rendah, sementara pada sisi-sisi yang menghadap ke laut lepas (relatif terbuka) yaitu stasiun III dan IV memiliki kelimpahan dan persen penutupan yang rendah namun komposisi jenis penyusunnya beragam. Potensi padang lamun sebagai daerah asuhan berbagai jenis biota laut dalam penelitian ini dikategorikan tinggi yang ditunjukkan oleh banyaknya juvenil biota laut yang ditemukan hidup di daerah padang lamun Pulau Tanakeke. Diantaranya terdapat 14 jenis juvenil ikan, lima jenis juvenil udang, 10 jenis juvenil kepiting, 17 jenis makroalga dan tiga kelas molluska. Kata kunci: avertebrata, daerah asuhan dan padang lamun. ABSTRACT This research has been done for two month (October-November 2001) with aim to understanding the distribution, condition, and potential of sea grass meadow as a nursery ground of diverse marine organisms (fish and invertebrate fauna) and macro algae which associated with sea grass. There are five species of sea grass were found that is Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Halodule uninervis, Halophila minor and Syringodium isoetifolium, which their existence as a mixing of two or four species. The bay side of Tanakeke Island has high abundant and percent cover of sea grass but low in species number, nevertheless in both opened side of Tanakeke beach, the third and fourth stations have low abundant and percent cover of sea grass but high in species number. The potential of sea grass as a nursery ground is very high; this shown by many juvenile of marine organisms were found in sea grass bed, namely fourteenth species of fish juvenile, five species of shrimps juvenile, ten species of crabs juvenile and three classes of mollusks were found and also eighteenth species of macro algae. Keywords: avertebrata, nursery ground and sea grass. PENDAHULUAN Indonesia bagian timur khususnya Sula- wesi Selatan memiliki potensi sumberdaya laut yang sangat besar dengan keanekaragaman ha- yati yang tinggi. Salah satu sumberdaya laut yang diakui memiliki peranan penting selain te- rumbu karang dan mangrove adalah padang la- mun. Padang lamun merupakan ekosistem per- airan dangkal yang kompleks, memiliki produk- tivitas hayati yang tinggi. Oleh karena itu pa- dang lamun merupakan sumberdaya laut yang penting baik secara ekologis maupun secara e- konomis (Rasheed et al., 1994). Fungsi ekolo- gis padang lamun diantaranya adalah sebagai daerah asuhan, daerah pemijahan, daerah men- cari makan, dan daerah untuk mencari perlin- dungan berbagai jenis biota laut seperti ikan, krustasea, moluska, echinodermata, dan seba- gainya (Phillips dan Menez, 1988; Thomascik 1 Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar.