Jurnal Akuntanika, No. 1 , Vol. 1, Januari- Juni 2015 Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Maya Dini, S.E. Nurhayati, S.E. Dosen Program Studi Akuntansi Politeknik Anika Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai sampel. Perusahaan yang dijadikan sampel berjumlah 30 perusahaan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yaitu laporan keuangan perusahaan asuransi tahun 2009 smapai dengan 2011. Data yang diperoleh dari situs Bursa Efek Indonesia, yaitu www.idx.co.id. Kemudian data tersebut diolah peneliti yang selanjutnya akan dianalisis dengan analisis statistik yaitu analisis regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan modal kerja pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kinerja keuangan dan return saham. Kata Kunci : Kinerja keuangan, return saham, dan perusahaan manufaktur. 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu indikator yang penting bagi proses merger perusahaan, Kinerja menunjukkan kemampuan manajemen perusahaan dalam pengelolaan modalnya. Karena semakin baik tingkat kinerja keuangan suatu perusahaan maka diharapkan harga saham semakin meningkat dan akan memberikan keuntungan (return) saham bagi investor, karena return saham merupakan selisih antara harga saham sekarang dan harga saham sebelumnya. Fenomena- fenomena yang terjadi di Indonesia adalah pertumbuhan harga saham yang cukup baik dimulai 2006, hingga 2007 dan paruh pertama 2008. Setelah naik 55,3% pada tahun 2006, dan naik lagi 52,1% pada tahun 2007, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun 50,7% selama tahun 2008. Memasuki kuartal III 2008, pasar finansial global mulai limbung dan hancur pada kuartal terakhir 2008. Sampai paruh pertama 2008, BEI mencetak rekor dalam sejarah hingga level 2830. Kejatuhan BEI disebabkan terutama keluarnya hot money besar-besaran terutama pada kuartal terkahir 2008. (Sumber: www.WISDOmarket.blogspot.com ). Fenomena- fenomena yang terjadi di Indonesia adalah pertumbuhan harga saham yang cukup baik dimulai 2006, hingga 2007 dan paruh pertama 2008. Setelah naik 55,3% pada tahun 2006, dan naik lagi 52,1% pada tahun 2007, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun 50,7% selama tahun 2008. Memasuki kuartal III 2008, pasar finansial global mulai limbung dan hancur pada kuartal terakhir 2008. Sampai paruh pertama 2008, BEI mencetak rekor dalam sejarah hingga level 2830. Kejatuhan BEI disebabkan terutama keluarnya hot money besar-besaran terutama pada kuartal terkahir 2008. (Sumber: www.WISDOmarket.blogspot.com ) Dengan adanya fenomena - fenomena tersebut yang telah diuraikan diatas, maka peneliti ingin meneliti lebih