Jurnal Akuntanika, No. 1 , Vol. 2, Juli- Desember 2015 92 ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PDAM TIRTA BUKIT SULAP KOTA LUBUKLINGGAU Herman Paleni Dosen Tetap STIE Musi Rawas Lubuklinggau Abstrak Analisis laporan keuangan suatu perusahaan pada umumnya dimaknai sebagai suatu upaya perusahaan untuk melakukan analisis laporan keuangan yang tersedia dalam perusahaan yang terdiri dari neraca dan laporan laba-rugi perusahaan. Ketika suatu perusahaan melakukan analisis atas laporan keuangannya maka salah satu ukuran atau cara yang biasa digunakan adalah dengan menggunakan rasio keuangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuk Linggau. Teknik analisa data yang digunakan pada penelitian adalah analisis rasio keuangan yaitu rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi yaitu data berupa laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laba rugi PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuk Linggau. Berdasarkan pada hasil penelitian, menunjukkan pada hasil perhitungan analisis rasio likuiditas dan rasio solvabilitas PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau dikategorikan sehat. Namun demikian PDAM Tirta Bukit Sulap memiliki kinerja keuangan yang tidak sehat jika berdasarkan pada hasil perhitungan analisis rasio aktivitas dan profitabilitas. Kata Kunci: Rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Persaingan lingkungan bisnis semakin hari semakin meningkat yang diikuti dengan peningkatan kompleksitas lingkungan bisnis sehingga baik secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi keberlangsungan hidup dan kinerja suatu perusahaan. Ketika suatu perusahaan ingin bertahan dan mencapai kinerja terbaik perusahaan maka suatu perusahaan dituntut untuk mengetahui kondisi yang terjadi di perusahaan dan kondisi yang seharusnya menjadi prioritas utama perusahaan dalam menjalankan roda perusahaan adalah kondisi internal perusahaan artinya sebelum perusahaan melihat dan menganalisis kondisi eksternal perusahaan maka suatu perusahaan terlebih dahulu harus melihat dan menganalisis kondisi internal perusahaan. Salah satu kondisi internal yang menjadi pusat perhatian perusahaan adalah kondisi keuangan perusahaan khususnya dengan melakukan analisis laporan keuangan perusahaan dan hal ini mengingat kondisi keuangan perusahaan yang baik merupakan salah satu modal kekuatan perusahaan untuk bertahan dan mencapai tujuan atau kinerja terbaik perusahaan ditengah kompleksitas dunia usaha. Pada umumnya rasio dapat dijelaskan sebagai suatu hubungan antara satu jumlah dengan jumlah yang lainnya sehingga dapat memberikan suatu gambaran relatif tentang kondisi dan prestasi keuangan perusahaan. Berdasarkan pada metode rasio keuangan maka dapat diketahui dan dianalisis perkembangan dan kemajuan yang dicapai perusahaan baik untuk saat ini maupun untuk masa yang akan datang, dengan demikian dapat diperoleh suatu keputusan mengenai kondisi perusahaan yaitu baik atau buruk. Informasi mengenai baik atau buruknya pencapaian kinerja keuangan perusahaan tersebut dapat digunakan untuk melihat perubahan-perubahan potensi sumber daya ekonomi yang barangkali bisa dikendalikan oleh perusahaan. Hasil dari analisis kinerja keuangan tersebut kemudian