1 PENDIDIKAN MASA KEMUNDURAN UMAT ISLAM Ahmad Syukri Dosen Fakultas Usuludin IAIN STS Jambi Abstract: In the Middle Age, Islamic education began to decline step by step. On the other hand, Sufi education was growing rapidly. This is in line with the conditions of Muslims who have been devastated by political, Islam was growing so inclined fatalis making Muslims more likely to become frustrated, stagnant, and fragmented. Intellectual education in the middle Ages had taken over development of the Western world so that the East world just received the pattern of Sufi thought. In the Golden Age, Muslims were always cohesive the pattern and mutually complementary. The next, educational Muslims developed no longer result in the development of Islamic civilization that was rational, so that the material was said of this aspect of education and Islamic civilization declined and limp. Key words: Islamic Education, Sufi, Islamic Civilization A. PENDAHULUAN Sejak lahirnya agama Islam, lahirlah pendidikan dan pengajaran Islam. Pendidikan dan pengajaran Islam itu terus tumbuh dan berkembang pada masa khalifah hurrasyidin dan masa Umaiyah. 1 Pada permulaan masa Abbasiyah pendidikan dan pengajaran berkembang dengan sangat hebatnya di seluruh negeri Islam sehingga lahir sekolah-sekolah yang tidak terhitung banyaknya dan tersebar dari kota sampai ke desa-desa. Anak-anak dan pemuda-pemuda berlomba-lomba menuntut ilmu pengetahuan, melawat ke pusat pendidikan, meninggalkan kampung halamannya, karena cinta akan Ilmu pengetahuan. Pada masa Abbasiyah ini juga berdiri perpustakaan dan akademi. Perpustakaan pada masa ini lebih merupakan sebuah universitas, karena di samping terdapat kitab-kitab di sana orang juga dapat membaca, menulis, dan berdiskusi. 2 Perkembangan lembaga pendidikan ini mencerminkan terjadinya perkembangan dan kemajuan yang tidak ada tandingannya di kala itu. Kemajuan politik berjalan seiring dengan kemajuan peradaban 1 Ketika itu lembaga pendidikan terdiri dari dua tingkat : 1. Maktabah atau kuttab dan mesjid, yaitu lembaga pendidikan terendah, tempat anak-anak mengenal dasar-dasar bacaan, hitungan dan tulisan; dan tempat para remaja belajar dasar-dasar ilmu agama, seperti tafsir, hadits, fiqh dan bahasa. 2. Tingkat pendalaman, para pelajar yang ingin memperdalam ilmunya, pergi ke luar daerah menuntut ilmu pada seseorang atau beberapa orang ahli dalam bidangnya masing-masing. Pada umumnya ilmu yang dituntut adalah ilmu~ilmu agama. Pengajarannya berlansung di masjid-masjid atau di rumah-rumah ulama bersangkutan. Bagi anak pengua-sa pendidikan bisa berlansung di istsna atau di rumah penguasa tersebut dengan memanggil ulama ahli ke sana. (Hasan Ibrahim Hasan, Sejarah dan Kebudayaan Islam, Yogyakarta : Penerbit &ots Kembang, 1989, hlm. 34 2 Jurji Zaidan, Tarikh al-Tamddun al-lslami. jilid 3 Kairo : Car al-Hilal, tth, hlm, 207