1 1. PENDAHULUAN A. Pengertian Bidat Dari sejarah jelas terlihat bahwa gereja selalu menghadapi ancaman dari dua arah yakni dari dalam gereja dan dari luar gereja. Ancaman dari luar gereja berupa penganiayaan, pembunuhan, penghancuran, dan lain-lain, sedangkan ancaman dari dalam sulit diduga, bagaikan musuh dalam selimut yang membawa dampak yang fatal bagi iman kepercayaan kita. Ancaman dari dalam berbentuk ajaran-ajaran yang menyesatkan yang mau menyelewengkan ajaran Alkitab. Ancaman dari para bidat bukan hanya ada pada gereja abad pertama saja, melainkan juga terdapat pada abad-abad berikutnya bahkan sampai saat ini. Karena itu kita perlu berjaga-jaga dan mewasdai para bidat yang seringkali menyusup ke dalam gereja dengan rupa-rupa angin pengajaran yang menyesatkan. Menurut para pakar bahasa, para teolog, bidat dapatlah diartikan sebagai berikut: 1) Bidat berasal dari kata Arab, bida’ah yang memiliki pengertian sebagai suatu ajaran atau aliran yang menyimpang dari ajaran resmi. 2) Bidat ditinjau dari sudut historis adalah persekutan Kristen yang kecil yang dengan sengaja memisahkan diri dari gereja, dan ajarannya menekankan iman Kristen yang berat sebelah, sehingga teologi dan praktek kesalehannya pada umumnya membelokkan firman Allah. 3) Bidat diterjemahkan dari kata Yunani, “hairesis” yang artinya “pilihan:” Kata ini dapat menunjuk pada suatu sekolah filsafat yang pengikutnya adalah orang-orang pilihan. 4) Dalam Kisah Para Rasul, kata bidat diterjemahkan dengan istilah “mazhab”. Lukas mencatat, “Akhirnya mulailah Imam Besar dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki, bertindak sebab mereka sangat iri hati” (KPR. 5:17). 5) Pemakaian kata bidat dalam pengertian modern mengenai kekeliruan secara doktrin, termasuk dalamnya penyangkalan akan Juruselamat. Petrus mencatat, “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampl di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu aka nada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyngkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka” (2 Ptr. 2:1). Di antara bidat yang mula-mula disebut dalam Perjanjian Baru, dua yang paling