Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=MES Analisa Perubahan Struktur Akibat Heat Treatment pada Logam ST, FC Dan Ni-Hard 4 Herwandi dan Asrul Hidayat Jurusan Teknik Perancangan Mekanik – Politeknik Manufaktur Timah E-mail: zulfan@zircon.timah.ac.id ABSTRAK Untuk mendapatkan kualitas logam ST, FC dan Ni-Hard 4 yang sesuai dengan konstruksi mesin yang akan digunakan dapat dilakukan dengan proses heat treatment. Karena logam tersebut bila dibenahi heat treatment akan mengalami perubahan struktur yang mempengaruhi sifatnya. Sebelum dan sesudahnya proses heat treatment struktur logam diamati dengan uji metallografi, silanjutkan dengan uji kekerasan dan uji magnetic. Hasil pengujian menunjukkan bahwa logam ST 70 terdiri dari 100% martensit, kekerasannya 49 HRC dan bersifat ferromagnetik. Logam FC 30 berstruktur lamellar, susunan A, ukuran 5-6 dan perlit 100%. Sedangkan logam Ni-Hard 4 mengandung bentuk lamellar, susunan A, ukuran 5-6 dan martensit 100%. Kata kunci: ST, FC, Ni-Hard 4, heat treatment, metallografi, kekerasan, magnet. ABSTRACT To get the quality of metal ST, FC, and Ni-Hard 4 apropriate with the machine of construction will be used through the heat treatment process, because it can change the microstructure of metal. The heat treatment process is being done after analyzed by metallography test, hardness test, and magnetic test. From the result test to got metal ST 70 containing 100 % martensite, hardness 49 HRC and ferromagnetic. The metal FC 30 containing form lamelare, structure A, measure 5-6 and pearlit 100 %. While the metal Ni-Hard 4 containing form lamelare, structure A, measure 5-6 and martensite 100 %. Keywords : ST, FC, Ni-Hard 4, heat treatment, metallography, hardness, magnetic. PENDAHULUAN Logam ST, FC dan Ni-Hard 4 merupakan jenis baja dan besi tuang yang sering dipergunakan untuk membuat konstruksi mesin dan peralatan- nya. Jenis-jenis baja dan besi tuang ini mempunyai sifat-sifat dasar yang dikandungnya. Sifat-sifat dasar logam ST, FC dan Ni-Hard 4 dapat dilihat melalui proses pengujian, diantaranya adalah uji metalografi, kekerasan dan magnetik. Ketiga pengujian tersebut merupakan dasar yang harus dilakukan sebelum melakukan proses heat treat- ment. Tujuan dilakukannya pengujian adalah seba- gai pembanding perubahan struktur dan sifat baja dan besi tuang sebelum dan sesudah heat treat- ment. Dalam penelitian ini, penulis mengambil bahan baja ST dan besi tuang FC yang belum diketahui jenis ST dan FC berapa, sedangkan besi tuang Ni- Hard 4 sudah jelas jenisnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perubahan struktur bahan akibat proses heat treatment pada logam tersebut. Pada makalah ini dijelaskan proses pengujian metallografi, kekerasan, dan magnetic sebelum di heat treatment dan sesudah di heat treatment, proses heat treatment, serta meng- analisa pengaruh sifat struktur bahan, kekerasan dan sifat magnet dari proses yang sudah dilakukan terhadap baja dan besi tersebut. Besi Murni Besi murni adalah logam dasar untuk logam paduan yang penggunaannya sangat penting di dalam kalangan industri, sebagai contoh baja dan besi tuang. Besi dengan harga kemurnian tinggi dapat dihasilkan dari proses elektrolisa atau melalui proses anil (annealing process) dalam aliran zat air pada suhu 1000 – 1400 0 C. Besi Karbon Zat karbon adalah unsur paduan besi yang sangat penting. Dengan kandungan zat karbon yang relative masih rendah, karakter dan sifat besi dapat 57