Pemeliharaan al-Qur’an pada masa Utsman A. Abstrak Terbentuknya Mushaf Utsmani dilatar belakangi perbedaan bacaan al-Qur'an antara penduduk Syam dan Irak, juga dari sebagian orang Islam di kota Madinah. Ketika mereka mendengarkan bacaan antara satu sama lain, mereka saling menyalahkan dan membenarkan bacaannya sendiri. Fenomena ini terjadi karena pada mulanya ketika pada masa Nabi saw., ia membolehkan orang- orang Islam untuk membaca sesuai dengan dialek-dialek mereka sendiri. Dialek-dialek itu terkenal dengan tujuh huruf atau tujuh bacaan. Melihat fenomena yang terjadi seperti itu, Utsman bin Affan sebagai khalifah perlu membuat sebuah kebijakan sebagai resolusi konflik yang terjadi itu. Ia merasa berkewajiban menghentikan pertikaian yang terjadi akibat perbedaan bacaan al- Qur’an, mempersatukan kembali umat Islam. Oleh karena itu, ia membuat kebijakan dengan menyalin kembali al-Qur’an dengan memakai satu dialek yaitu dialek Quraisy. Permasalahan dalam makalah ini adalah argumentasi penyatuan huruf pada masa Utsman bin Affan, standarisasi mushaf dan bagaimana pendistribusian mushaf pada masa Utsman bin Affan. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah mengungkapkan latar belakang dan sejarah terbentuknya mushaf Utsmani. Menjelaskan beberapa hal pasca terbentuknya mushaf Utsmani meliputi pendistribusian mushaf, pembakaran mushaf-mushaf lain dan dampak dari terbentuknya Mushaf Utsmani sendiri. Adapun hasil dari penelitian ini adalah mengetahui dengan jelas latar belakang sejarah terbentuknya Mushaf Utsmani, proses pembukuan dan pendistribusiannya. B. Latar belakang Al-Qur’an 1 adalah firman Allah swt., yang bersifat mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., yang tertulis di dalam mushaf-mushaf dengan jalan mutawatir dan membacanya dipandang ibadah. 2 Al-Qur’an merupakan mukjizat yang diberikan Allah swt., kepada Nabi Muhammad saw., dengan bukti ia pernah menantang orang-orang Arab untuk membuat bacaan yang seperti al-Qur’an.Mereka yang notabene adalah orang-orang yang pandai membuat syair ternyata tidak mampu membuat seperti al-Qur’an. 3 1 Al-Qur’an menurut Ibn Abbas, turun pada malam Laila al-Qodr dalam jumlah satu, kemudian diturunkan secara bertahap berhari-hari dan berbulan-bulan sampai selesai. Muhammad Abu Bakar Ismail,Dirasat fi Ulumi al- Qur’an(Kairo: Daar al-Manar, 1991), hlm. 28. Al-Qur’an dari segi bahasa berar bacaan sempurna, sebuah nama yang tepat pilihan Allah yang ada tandingannya. Quraisy Sihab, Wawaasan al-Qur’an (Bandung: Mizan Media Utama, 2007), hlm. 13. 2 Marjuki Zuhdi, Pengantar Ulumul Qur’an(Surabaya: Karya Abadi Utama, 1993),hlm 93. 3 Q.S. 2[al-Baqarah]:23-24.