Annual Engineering Seminar 2014 T. Aris Sunantyo, Subagyo Pramumijoyo dan Salahuddin Husein Fakultas Teknik UGM D - 41 ISBN 978-602-98726-3-7 Pengukuran Jaring Pemantau Tahun 2013 dan Pemetaan Geologi Di kawasan Sekitar Sesar Opak, Propinsi DIY T. Aris Sunantyo 1 , Subagyo Pramumijoyo 2 dan Salahuddin Husein 2 1 Universitas Gajah Mada, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Geodesi, Yogyakarta, 55281, Indonesia 2 Universitas Gajah Mada, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Geologi, Yogyakarta, 55281, Indonesia Email: sunantyo@yahoo.com Abstract The Province of Yogyakarta is an area with high level of seismic activity in Indonesia. One of the active faults in this provice is Opak Fault, which was regarded as responsible for Yogyakarta earthquake of May 27, 2006. It is necessary to establish geodetic network for monitoring around the fault, with more detailed geologic mapping. The research was conducted with several stages since the literature review, discussions with colleagues in the Laboratories of Geodesy and Geodynamic, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada. The first research procedure includes planning for bench-mark (BM) installation, and Global Navigation Satellite System (GNSS) data acquisition, Linux Centos V. 6.5 as Operating System and GAMIT/GLOBK V 10.5 as scientific software for data proccesing. Measurement of monitoring network in this area was carried out on 18 November 2013. The second research percedure was Geological observation and mapping which were conducted for about three weeks in the August 2013. The research has established 10 BMs for monitoring network point using 3D Cartesian coordinates system. Pasive stations were labelled OPK 3, OPK 4, OPK 6, OPK 7, OPK 8, TGD 2, and active stations were labelled GK1_,KPG1,SLM1and BTL1. Distance between network monitoring stations ranges from 6,045.67385 m for the shortest distance OPK 6 to GK1_ and 4,3603.16313 m for longest distance of OPK 6 to KPG1, with precision of base lines varies from 3.94 mm to 10.61 mm, standard deviation of on the X-as ( x ) , Y-as ( y ) and Z-axis as ( z ) are varies. Standard deviations of 3D Cartesian coordinates system for pasive and active stations have similar pattern where y lesser than x dan z . Geological mapping and field observation on the suspected area for the seismogenic fault suggest that the Mangunan-Muntuk region was influenced by similar tectonic forces as in 2006 earthquake. Keywords: Opak fault, geologic mapping, monitoring network, bench mark, Yogyakarta 1. Pendahuluan Studi geodinamika merupakan studi terhadap lapisan permukaan bumi yang senantisa dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai aktifitas pergerakan lempeng litosferik bumi. Pergerakan lempeng tersebut dapat memicu aktifitas gempabumi pada batas lempeng atau patahan besar, yang dapat digolongkan sebagai bahaya geologis. Sehingga pemantauan pergerakan lempeng litosferik dan patahan besar menjadi suatu kebutuhan dalam kajian geodinamika. Wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk zona subdduksi lempeng Indo-Australia terhadap Eurasia [1]. Pergerakan lempeng tersebut menimbulkan terbentuknya unsur-unsur tektonik yang merupakan ciri-ciri sistem subduksi, seperti Zona Benioff, palung laut, sebaran sesar aktif dan gunung api. Salah satu gempabumi yang merusak wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pernah terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 termasuk zona subdduksi lempeng Indo-Australia terhadap Eurasia [2]. Gempabumi tersebut diperkirakan terjadi oleh pergerakan Patahan Opak di kawasan Kabupaten Bantul. Patahan Opak merupakan sesar yang berada di sekitar Sungai Opak, berarah timur laut- barat daya kurang lebih U235 o T, dengan blok timur relatif bergeser ke timur laut dan blok barat ke barat daya dengan lebar dari zona sesar ini diperkirakan sekitar 2,5 km [2]. Gempabumi biasanya akan menyebabkan kerak bumi di sekitar zona patahan terdeformasi, baik dalam arah horizontal maupun vertikal. Dalam suatu siklus terjadinya gempabumi, proses deformasi dapat dibagi kedalam beberapa tahapan, yaitu: interseismik, pra- seismik, koseismik, dan pascaseismik [3]. Penelitian ini bermaksud melakukan kajian bidang geodesi berupa pengukuran jaring tahun 2013 dalam sistem koordinat 3 dimensional dengan menggunakan datum global sebagai jaring pemantau sesar Opak dan kajian geologi berupa pemetaan singkapan permukaan di sepanjang zona Patahan Opak. Di bidang geodesi, penelitian ini melakukan pemasangan, pengukuran dan pengolahan data bench-mark (BM) yang membentuk jaring pemantau berbasis teknologi satelit Global Navigation Satellite System (GNSS). Penelitian ini merupakan penelitian kolaborasi antara kompetensi geologi geodinamika dan geodesi geometri. 2. Dasar Teori 2.1. Tinjauan Sesar Opak Dalam geologi, sesar adalah retakan planar atau kurva-planar pada batuan yang telah terjadi pergeseran yang signifikan di sepanjang bidang