Pergeseran Identitas (Sri Banun Muslim, Nashuddin, Masnun Tahir) 35 PERGESERAN IDENTITAS MAHASISWA: KORELASI RELIGIUSITAS DAN PERILAKU MAHASISWA IAIN MATARAM Sri Banun Muslim, Nashuddin, Masnun Tahir Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram Jl. Pendidikan No. 35 Mataram Email: masnun_tahir@yahoo.com Abstrak: Identitas akademik, sosial dan intelektual yang melekat pada mahasiswa, belum sepenuhnya dipahamai secara substansial. Terasa semakin kompleks ketika dihubungkan dengan identitas religius dan moralitas mereka, yang dihadapkan dengan kehidupan modern yang serba pragmatis dan rasional. Studi ini – melalui penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitif, diarahkan untuk mengkaji kecenderungan tersebut. Hasil studi menunjukkan bahwa: pertama, dalam kondisi labil, kehampaan nilai, kegalauan identitas dan merasa miskin makna hidup yang dialami mahasiswa, maka agama dapat berfungsi sebagai langit pelindung yang memberikan keteduhan dan kesejukan. Agama dapat menyatukan elemen-elemen yang tercerai berai dalam kehidupan mereka. Kedua, identitas mahasiswa yang intelektual dan kritis semakin luntur karena adanya kegagalan pemahaman peran dan fungsi mereka. Ketiga, mahasiswa saat ini seakan lupa eksistensi dirinya, dan mengalami disorientasi untuk apa mereka mengenyam pendidikan tinggi. Dalam konteks inilah, adanya reorientasi memiliki sigfikansi. Abstract: Academic, social and intellectual identities attached to Students have not been substantially understood. As such are recognized when such identities are related to students morality in which their morality are viz a viz to modern life which full of rationalism and pragmatism. This research is carried out to understand such tendency and this research is conducted through applying field research with qualitative approach. The result shows that first, in students labile psyche condition, void of values, unstable identity, and lack of experiences upon the meaning of life, religion can be functioned as the protector which gives coolness and quietness in students lives. Second, student identity as an intellectual critic has been vanished due to their incapability to understand their own function and role in the society. Third, students in now time forget their own existence and they have experienced goal disorientation especially to the aim of their university education. Therefore in this context the significance of students’ identity reorientation is important. Kata-kata Kunci: identitas, religiusitas, agen of change, mahasiswa