ariasaputra About A great WordPress.com site BABAD DINASTY KI AGENG MALELE CENGKRONG ( Pedoman Sejarah Keluarga Pancoran ) Agustus 24, 2012 · oleh ariasaputra · in Uncategorized · Meninggalkan komentar *Runtuhnya Kerajaan Kediri ( 1222 M ) Kitab Pararaton menyebutkan raja Kediri bernama Dandang Gendis ( Sri Kertajaya ). Pada suatu ketika raja meminta kepada para Bujangga penganut Agama Siwa dan Budha supaya menyembah Raja. Para Bujangga menolak raja lalu memperlihatkan kesaktiannya dengan memancangkan tombak di tanah dengan ujungnya di atas dan lalu raja duduk di atas ujung tombak dalam bentuk Bhatara Guru, berlengan empat dan bermata tiga. Para Bujangga tetap menolak, lalu melarikan diri ke tumapel berlindung pada Ken Arok. Sejak itu Tumapel tidak menyukai kekuasaan Kediri. Kembali kepada Raja Kediri Sri Kertajaya punya adik perempuan bernama Diah Kertajati. Diah kertajati kawin dengan anaknya Empu Sedah ( Penawasikan ) yang bernama Ida Bang Guwi. Empu Sedah mempunyai seorang putra Ida Bang Guwi dan Seorang Putri Ida Keniten. Pada waktu itu Empu Sedah menjadi penasehat di Kerajaan Daha ( Kediri ). Karena mengambil anak bangsawan ( Raja ) Ida Bang Guwi bersama istrinya Diah Kertajati dibuang dan diasingkan. Beliau ini lari dan mengungsi di Tumapel mengikuti jejak brahmana yang di usir oleh Kertajaya beberapa tahun sebelumnya. Tidak lama kemudian para Brahmana menyetujui penobatan Ken Arok sebagai Raja di Tumapel dan Negaranya bernama Singosari dengan Gelar penobatan : Sri Ranggah Rajasa Batara Sang Amurwabhumi. Dan kemudian beliau menyerang Daha. Tentara Daha dipimpin oleh adik raja yaitu Mahesa Bungalan. Pertempuran terjadi di utara Genter. Mahesa Bungalan bersama menterinya Gubar Baleman gugur di Medan Perang. Raja Dandang Genis mengundurkan diri dari pertempuran lalu kembali kea lam Dewa-dewa bersama pengikutnya. *Kerajaan Singasari