©Indah_Tiwie’08 Page 24 Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya. Kompetensi Dasar Menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis dalam air dan pH larutan garam tersebut. Garam merupakan senyawa hasil reaksi penetralan antara asam dengan basa. Garam dapat dihasilkan dari asam kuat dengan basa kuat, asam kuat dengan basa lemah, asam lemah dengan basa kuat, atau asam lemah dengan basa lemah. Di dalam air, garam dapat terurai menjadi ion-ionnya (terionisasi). Ion-ion itu ada yang bereaksi dengan air, yaitu ion-ion yang berasal dari asam lemah atau basa lemah. Reaksi antara air dengan ion-ion yang berasal dari asam lemah atau basa lemah disebut hidrolisis. Jenis-Jenis Garam yang Terhidrolisis 1. Garam yang Berasal dari Basa Lemah dan Asam Kuat Asam Kuat + Basa Lemah menghasilkan garam yang bersifat asam Contoh 9.1 NH 4 Cl(aq) NH 4 + (aq) + Cl - (aq) Kation NH 4 + akan bereaksi dengan air (terhidrolisis) : NH 4 + (aq) + H 2 O(l) NH 4 OH(aq) + H + (aq) Adanya ion H + dalam hasil reaksi menunjukkan bahwa larutan garam tersebut bersifat asam. Ion Cl - tidak bereaksi dengan air, sehingga ion ini tidak mengalami hidrolisis. 2. Garam yang Berasal dari Asam Lemah dan Basa Kuat Asam Lemah + Basa Kuat menghasilkan garam yang bersifat basa Contoh 9.2 CH 3 COONa(aq) CH 3 COO - (aq) + Na + (aq) Anion CH 3 COO - akan bereaksi dengan air (terhidrolisis) : CH 3 COO - (aq) + H 2 O(l) CH 3 COOH(aq) + OH - (aq) Adanya ion OH - dalam hasil reaksi menunjukkan bahwa larutan garam tersebut bersifat basa. Bagaimana dengan ion Na + yang berasal dari basa kuat? Ion ini tidak bereaksi dengan air, sehingga ion ini tidak mengalami hidrolisis. A Hidrolisis parsial/ sebagian karena yang bereaksi dengan air hanya anion saja/ kation saja yang berasal dari asam lemah/ basa lemah