PERANG DUNIA I Perang dunia 1 terjadi antara tahun 1914-1918. Perang ini merupakan perang terdahsyat dan terhebat dari perang-perang sebelumnya. Perang ini melibatkan semua kekuatan besar dunia, yang terbagi menjadi dua aliansi bertentangan, yaitu Sekutu (berdasarkan Entente Tiga yang terdiri dari Britania Raya , Perancis , dan Rusia ) dan Blok Sentral (terpusat pada Aliansi Tiga yang terdiri dari Jerman , Austria-Hongaria , dan Italia ; namun saat Austria-Hongaria melakukan serangan sementara persekutuan ini bersifat defensif, Italia tidak ikut berperang). Lebih dari 70 juta tentara militer, termasuk 60 juta orang Eropa, dimobilisasi dalam salah satu perang terbesar dalam sejarah. Lebih dari 70 juta tentara militer, termasuk 60 juta orang Eropa, dimobilisasi dalam salah satu perang terbesar dalam sejarah. Dan perang ini diawali dengan berbagai penyebab jangka panjang dan penyebab jangka pendek. 1. Penyebab jangka panjang Perang Dunia I Penyebab jangka panjang perang ini mencakup kebijakan luar negeri imperialis kekuatan besar Eropa, termasuk Kekaisaran Jerman , Kekaisaran Austria-Hongaria , Kesultanan Utsmaniyah , Kekaisaran Rusia , Imperium Britania , Republik Perancis , dan Italia . Perkembangan nasionalisme di Eropa pada abad ke-19, memunculkan Italia dan Jerman sebagai kekuatan baru, sehingga memunculkan kegelisahan negara-negara imperalis yang mulai menghadapi tuntutan kemerdekaan dari wilayah yang dikuasai. Dalam perkembangan nasionalisme dan ditambah dengan persaingan ekonomi yang ke arah persaingan politik, negara-negara di Eropa mulai membangun kekuatan militer masing-masing guna mempersiapkan kekuatan bila ada tekanan dari negara lain atau guna menekan negara lain agar dapat memenangkan persaingan yang ada. Frekuensi persaingan perlahan namun pasti semakin meningkat dan terbentuklah aliansi di antara negara-negara yang hubungannya memanas. Aliansi yang dibangun bertujuan untuk mengamankan kedudukan serta mengimbangi ancaman aliansi militer para pesaingnya. Pada abad XIX, negara-negara besar Eropa menjalankan keseimbangan kekuatan di Eropa yang menghasilkan di tahun 1900 jaringan politik yang kompleks dan aliansi militer di benua tersebut. Hal ini diawali dengan terbentuknya Holy Alliance pada tahun 1815 beranggotakan Prusia, Rusia dan Austria. Kemudian di tahun 1873, kanselir Jerman : Bismarck merancang aliansi League of the Three Emperors yaitu persekutuan antara Austria-Hongaria, Rusia dan Jerman; tetapi gagal karena adanya perbedaan kepentingan antara Austria-Hongaria dan Rusia di daerah Balkan yang hanya menghasilkan persekutuan antara Austria-Hongaria dan Jerman yaitu Dual Alliance di tahun 1879. Persekutuan ini dibentuk untuk menghadapi pengaruh Rusia di Balkan seiring dengan melemahnya Turki-Ottoman. Tahun 1882, aliansi ini dengan keikutsertaan Italia yang kemudian dinamakan Triple Alliance. Latar belakang berdirinya BOP yang ketiga ialah ketika Negara-negara besar Eropa terlibat dalam 2 koalisi bersenjata yang saling berseteru. Selain itu Jerman, setelah masa kejayaan Bismarck mengubah arah politiknya yaitu memutuskan hubungan dengan Rusia. Sehingga terbentuklah dua kutub yang saling besebrangan.