Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitek & Sipil) Vol. 2 Auditorium Kampus Gunadarma, 21-22 Agustus 2007 ISSN : 1858 - 2559 PERILAKU AGRESIF PADA POLISI LALU LINTAS DI TERMINAL BLOK M-JAKARTA Satria Ajie Pribadi Dessy Fitrianti Nabilla Irfani Quroyzhin Kartika Rini Anita Zulkaida Fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma fightforhawa@plasa.com , billa_emon@yahoo.com quroyzhin@yahoo.co.id , zulkaida03@yahoo.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang bentuk-bentuk, faktor-faktor penyebab serta dampak perilaku agresif Polisi Lalu Lintas terminal Blok M terhadap masyarakat pengguna terminal Blok M. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Wawancara dilakukan terhadap supir angkutan, pedagang dan penumpang angkutan umum. Hasil menunjukkan adanya beberapa bentuk perilaku agresif polisi lalu lintas terminal Blok M, baik yang bersifat fisik (memukul body atau kaca mobil angkutan, menendang body mobil), verbal (memaki-maki, membentak, menghardik), serta yang bersifat nonverbal (memasang wajah garang/tidak bersahabat). Diketahui pula bahwa faktor kepadatan/kemacetan, kualitas udara, maupun pengguna terminal yang tidak tertib sering menjadi pemicu perilaku agresif Polisi Lalu Lintas terminal Blok M. Perilaku agresif Polisi Lalu Lintas terminal Blok M juga ini juga berdampak pada image Polisi Lalu Lintas terminal Blok M yang dianggap kurang baik, sebagai konsekuensi mereka ketika bertugas. Kata Kunci : Perilaku Agresif, Polisi Lalu Lintas, Terminal Blok M PENDAHULUAN DKI Jakarta adalah salah satu kota besar di Indonesia. Sebagai kota Metropolitan, Jakarta menjadi sentral dari segala kegiatan masyarakat kota seperti bisnis, pusat pemerintahan, pendidikan, pusat perbelanjaan, dan lain lain. Salah satu aspek yang penting di Jakarta adalah masalah transportasi. Transportasi menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting untuk menjalankan segala kegiatan yang ada di Jakarta. Oleh sebab itu, untuk mengatur transportasi bagi masyarakat salah satunya adalah dengan penyediaan terminal di berbagai daerah di Jakarta. Terminal berguna sebagai tempat pemberhentian angkutan umum baik dalam kota maupun antar kota. Salah satu terminal yang padat dan sering digunakan oleh masyarakat Jakarta adalah terminal Blok M. Terminal Blok M memiliki letak yang strategis di Jakarta selatan. Terminal Blok M memiliki 2 jalur masuk dan 6 jalur keluar bus dalam kota maupun antar kota ditambah 1 jalur Trans-Jakarta (Busway). Selain itu, terminal Blok M juga dikelilingi oleh pusat perbelanjaan dan perkantoran. Dengan segala kelengkapan yang ada di terminal Blok M dari mulai pusat perbelanjaan hingga perkantoran maka membuat terminal Blok M menjadi sangat padat dan kerapkali menimbulkan ketidaklancaran dan ketidaktertiban lalu lintas serta kebisingan. Oleh sebab itu, pengelola terminal Blok M bekerjasama dengan Dinas Lalu Lintas (DLLAJ) dan Polisi Lalu Lintas wilayah setempat. Polisi Lalu Lintas merupakan aparat yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk menciptakan keamanan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas. Namun, dengan segala kondisi yang ada di terminal Blok M, seperti kepadatan, keruwetan, dan kebisingan sangat mungkin menyebabkan Polisi Lalu Lintas menjadi mudah merasa marah, kesal dan frustasi terhadap ketidaktertiban dan ketidaklancaran yang terjadi dimana hal ini merupakan sebab timbulnya perilaku agresif. Berdasarkan gambaran diatas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih mendalam mengenai gambaran perilaku agresif Polisi Lalu Lintas di terminal Blok M, faktor-faktor yang mempengaruhi agresifitas Polisi Lalu Lintas di terminal Blok M, serta mengetahui dampak perilaku agresif tersebut terhadap pengguna terminal Blok M. Perilaku Agresif pada Polisiā¦. B38 Pribadi