Jurnal Ilmiah Poli Rekayasa Volume 3, Nomor 2, Maret 2008 ISSN : 1858-3709 PENGUJIAN LENTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI ALAT UJI TEKAN Oleh : Riza Aryanti 1) & Zulfira Mirani 2) 1) Jurusan Teknik Sipil Universitas Andalas 2) Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang ABSTRACT Flexural test equipment is commonly found in laboratory. Hence, compressive stress machine or Universal Testing Machine (UTM) is being modified. So we can conduct the test on flexural test equipment. Reinforced concrete beam which will be tested is designed beam base on under reinforced condition. Beam sample is assumed as simple beam and the weight is on the beam axis. To be able to use compressive stress machine or UTM referring to the needs of model so that modification and setting up are implemented. After we do the test in under reinforced condition is show that concrete beam has failure after the steel bar yield. Keywords: reinforced concrete, flexural test equipment under reinforced, compressive stress machine / universal testing machine (UTM) 1. PENDAHULUAN Beton merupakan material yang masih mendominasi pemakaian bahan konstruksi. Hal inii disebabkan bahan pembuat beton mudah dicari dan didapat, lebih murah dan lebih praktis dalam pengerjaan serta mampu memikul beban yang cukup besar. Disamping itu, beton juga dapat dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat memperindah bentuk suatu bangunan. Balok sebagai elemen struktur yang sekarang dijumpai, dalam aplikasi di lapangan merupakan elemen yang cukup besar peranannya dalam memikul beban, terutama untuk memikul beban lentur. Pada perencanaan lentur balok beton bertulang, penampang balok dapat direncanakan bertulangan kurang, lebih dan seimbang yang akan mengakibatkan keruntuhan tarik, keruntuhan tekan dan keruntuhan seimbang. Secara teoritis sangat mudah melihat perbedaan dari ketiga jenis perencanaan tersebut, yaitu hanya dengan membatasi nilai rasio tulangan tarik terhadap nilai rasio tulangan seimbang. Tetapi sangat sulit membayangkan bentuk keruntuhan yang terjadi dari ketiga jenis perencanaan tersebut. Untuk itu diperlukan suatu proses yang nyata untuk melihat secara langsung keruntuhan tarik, keruntuhan tekan dan keruntuhan seimbang ini. Dalam tulisan ini akan dibahas bagaimana melakukan modifikasi terhadap alat uji tekan untuk digunakan pada pengujian lentur balok beton bertulang, sehingga alat uji tekan yang ada juga dapat dimanfaatkan untuk pengujian lentur balok beton bertulang. 2. MATERI DAN METODA 2.1. Perencanaan Dimensi Balok Berdasarkan Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung SNI 03-2847-2002 (tabel 8, hal 63) dengan bentang balok yang diambil 1 m maka direncanakan dimensi balok sebagai berikut : 1) tebal balok (h) : 16 L h 74