1 PEMANFAATAN METODE ITERASI MATEMATIS UNTUK PENGUJIAN KINERJA PROCESSOR Edhy Sutanta Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta INTISARI Teknologi processor sebagai piranti utama sistem komputer mengalami perkembangan yang begitu pesat. Masing-masing vendor selalu memberikan resume terbaik dari produk yang dipasarkannya. Hal ini seringkali justru menimbulkan kebingungan para konsumen ketika menentukan pilihannya. Konsumen umumnya ingin mengetahui bagaimana kinerja masing-masing processor tersebut agar mendapatkan processor terbaik yang sesuai kebutuhannya. Kinerja sebuah processor sebenarnya dapat diuji menggunakan pemrograman matematis konvensional dengan metode iterasi. Ada tiga macam teknik yang dapat digunakan untuk menguji kinerja processor, yaitu MIPS, SPEC dan MFLOPS. Penelitian ini akan menguji kinerja processor menggunakan metode MFLOPS (Mega Floating Point per Second) yaitu berdasarkan kemampuan memproses perhitungan integer dan real (32 bit) yang dilakukan dalam waktu satu detik. Pengujian dilakukan menggunakan empat buah operator matematis, yaitu penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (*) dan pembagian (/). Aplikasi dibangun dengan menggunakan compiler Borland Delphi 5.0. Aplikasi ini akan menghasilkan informasi penilaian yang menunjukkan kekuatan FPU (Floating Point Unit) processor sebagai co-processor yang terintegrasi sebagai sistem komputer. Aplikasi ini diperkuat dengan modul-modul deteksi processor melalui teknik pemrograman dalam kode assembler dan Win32 API. Hasil uji beberapa sistem komputer yang telah diuji sebelumnya juga disediakan sebagai informasi pembanding. Kata kunci: Metode MFLOPS, iteration matematis, processor PENDAHULUAN CPU merupakan salah satu bagian terpenting dalam sistem komputer dan menarik untuk diuji. Secara teoritis, kecepatan processor telah menunjukkan sebuah penilaian bagi masing- masing processor. Semakin tinggi kecepatan (MHz) sebuah processor umumnya diyakini akan memiliki kinerja yang semakin baik. Karena itu, konsumen hanya akan berpatokan pada angka- angka yang ditampilkan oleh produsen dan jarang yang sempat menguji bagaimana kinerja processor yang sesungguhnya. Perkembangan teknologi processor sangatlah cepat dan vendor semakin banyak memproduksi dan memasarkan berbagai varian processor dengan kode sandi tersendiri. Bisa jadi, processor yang memiliki kecepatan tinggi pun tidak mampu menunjukkna kinerja yang baik sebagaimana yang informasi yang disertakannya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan jenis instruksi yang terkandung dalam setiap processor, dan instruksi tersebut akan terus berkembang seiring perkembangan teknologi processor yang semakin kecil, murah, dan cepat. Untuk semuanya itu, maka para konsumen akan sangat memerlukan informasi obyektif tentang hasil pengujian processor yang mengambarkan kinerja sistem komputer dalam penggunaan keseharian. Untuk mengetahui isi yang terdapat dalam sebuah PC, tidak cukup hanya dengan menilai komponen penyusunnya satu per satu. Produsen hardware cenderung menampilkan hasil pengujian terbaik yang menunjukkan keunggulan produk yang dihasilkannya. Sebagian bahkan sengaja melengkapi desain kemasannya dengan benchmark yang banyak dikenal, sehingga umumnya menampilkan informasi dan nilai-nilai yang prestisius. Namun demikian, dalam keseharian komponen PC dengan merk terkenal pun seringkali tidak memberikan kinerja sebagaimana informasi yang disampaikannya. Setiap sistem komputer mempunyai kinerja yang berbeda-beda, bahkan sekalipun disusun oleh komponen-komponen yang sama, bisa jadi akan memiliki kinerja yang bervariasi. Kombinasi dan tuning akhir yang tepat akan menghasilkan kinerja yang sebenarnya. Dalam aplikasi real-time pada game 3D yang berat, sebenarnya processor akan “kepanasan” karena harus melakukan perhitungan floating point unit untuk