BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pencak silat merupakan warisan nenek moyang Indonesia dan tradisi yang mengakar bagi masyarakat Indonesia hingga saat ini. Sebagai warisan kebudayaan asli sepatutnya dibanggakan dan dikembangkan sebagai aset budaya bangsa. Dari tradisi tersebut memunculkan berbagai aliran di mana masing-masing memiliki kekhasan dalam pola gerak, jurus baku, hingga tingkah laku. Silat, silek, pencak silat, penca , menca , mamenca , atau apapun istilah lainnya kini malah mulai ditinggalkan. Generasi muda saat ini me rasa asing terhadap seni beladiri sendiri yakni pencak silat. Citra dari keunikan dan kekhasan pencak silat kini sebagai olahraga beladiri dari kampung. Banyak usaha yang telah dilakukan anak negeri ini memperkenalkan pencak silat kepada dunia dan seperti yang kita ketahui kini olah raga beladiri ini telah banyak digemari dan dipelajari di lebih dari 20 negara anggota Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat). Pencak silat bukan hanya tentang olahraga dan beladiri saja, namun juga olah kanuragan yang digunakan untuk meningkatkan fisik sekaligus psikis. Beberapa perguruan secara khusus lebih menekankan pada aspek olah kanuragan lewat latihan olah pernafasan secara bertahap. Tidak jarang pula olah kanuragan ini juga dipakai sebagai sarana pencapaian puncak spiritualitas tiap anggota. Ciri khusus pada pencak silat adalah bagian kesenian di daerah-daerah tertentu terdapat tabuh iringan musik tradisional. Pada jalur kesenian ini terdapat kaidah-kaidah gerak dan irama yang merupakan suatu pendalaman khusus yang 1