Gangguan Sistem Imun pada Anak Autistik Diana Krisanti Jasaputra Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Resume Autisme pada anak merupakan gangguan perkembangan yang muncul pada usia batita (bawah tiga tahun), yang menyebabkan mereka tidak mampu membentuk hubungan sosial atau mengembangkan komunikasi normal. Salah satu kelainan yang dijumpai pada anak autistik adalah gangguan sistem imun antara lain (1) Defisiensi Sistem Imun seperti defisiensi enzim myeloperoxidase, defek pada limfosit T dan Limfosit B, defisiensi Ig A, yang berfungsi untuk melindungi sepanjang dinding saluran cerna terhadap paparan benda asing, dan defisiensi komplemen C4b. (2) Kelainan Autoimun, dengan dibentuknya antibodi terhadap infeksi virus baik yang alamiah maupun yang berasal dari vaksin dan antibodi terhadap infeksi jamur seperti Candida albicans, yang mana antibodi tersebut dapat bereaksi silang dengan myelin otak, atau jaringan otak sehingga terjadi gangguan perkembangan saraf anak-anak autistik. dan (3) Fenomena alergi makanan pada anak autistik yang mana gangguan ini didasari oleh adanya defisiensi sistem imun dalam saluran pencernaan yang akan menyebabkan peningkatan pertumbuhan organisme seperti jamur dan masuknya benda-benda asing termasuk alergen makanan ke dalam berbagai bagian tubuh yang lain yang menimbulkan reaksi alergi dengan manifestasi antara lain gangguan perilaku seperti yang dijumpai pada autism spectrum disorder. Salah satu cara penanggulangan defesiensi sistem imun adalah dengan pemberian IVIG. Penanggulangan terhadap pertumbuhan Candida albicans perlu dilakukan pula dengan pemberian diet, suplementasi makanan tertentu, dan beberapa obat-obat seperti nystatin, ketoconazole, dan kadang-kadang amphotericin B dapat diberikan dengan dosis sangat rendah per oral. Probiotik, seperti lactobacillus Gg dapat diberikan untuk menjaga flora usus dalam keadaan seimbang. Penanggulangan alergi makanan, sebagai salah satu akibat defisiensi sistem imun, yang paling penting adalah eliminasi alergen makanan dari diet penderita. Makanan- makanan yang dipantang ini sebaiknya ditentukan dengan tes alergi misalnya dengan pemeriksaan Ig E RAST dalam darah. Obat-obat anti alergi dan anti radang seperti antihistamin penghambat reseptor H1 dan H2, ketotifen, kortikosteroid, dan penghambat sistesis prostaglandin dapat diberikan. Pendahuluan Autisme pada anak merupakan gangguan perkembangan yang muncul pada usia batita (bawah tiga tahun), yang menyebabkan mereka tidak mampu membentuk hubungan sosial atau mengembangkan komunikasi normal. Anak autis menjadi terisolasi dari kontak dengan orang lain dan tenggelam pada dunianya sendiri yang diekspresikan 31