AKUNTANSI SYARIAH ANTARA VALUE FREE DAN VALUE ADDED Syafrida Hani 1 Department of Accountancy, Faculty of Economic Muhammadiyah University of North Sumatra Tel: 08126580089; Email: syafridahani92@yahoo.com ABSTRAK Tulisan ini mengeksplorasi dasar akuntansi sebagai alat penyampai informasi dalam laporan keuangan. Nilai pertanggungjawaban terhadap laporan harus menekankan aspek moral maupun etika. Seorang akuntan dalam menyampaikan informasi ditekankan memiliki integritas, kapabilitas, profesionalitas dan akuntabilitas, baik secara ukhrawi dan duniawi. Implementasi dari informasi akuntansi tidak hanya didasarkan pada ketentuan dalam kelembagaan ataupun kenegaraan, namun mengkolaborasikannya dengan nilai-nilai Islam sebagai dasar berfikir dan bertindak. Maka informasi akuntansi tidak berorientasi pada value free, tapi senantiasa memiliki value added, sehingga dalam merealisasikan Akuntansi yang sarat nilai solusi yang dapat diterapkan adalah melalui kerangka Akuntansi Syariah. Sebab akuntansi syariah memiliki aturan dan rambu-rambu berlandaskan nilai ke- Islaman ketika seorang akuntan menyampaikan laporan keuangan, sehingga dapat dipertanggungjawabkan baik secara duniawi dan ukhrawi. Kata kunci: informasi akuntansi, pertanggungjawaban, akuntabilitas. Pendahuluan Akuntansi syariah dibangun atas keprihatinan yang terjadi dalam praktek akuntansi umum yang lebih dikenal dengan akuntansi konvensional, terinspirasi dari ekonomi Islam berbasis pada syariah Islam. Akuntansi umum cenderung bernilai egoistik dan materialistik layaknya sifat manusia, dapat dilihat dari hal yang mendasari kepentingan dalam penyusunan laporan keuangan. Laporan keuangan yang disajikan dengan kebijakan akuntansi umum untuk memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan. Sehingga prilaku akuntan sering mengumbar kebebasan haknya untuk menyajikan informasi dengan mengungkapkan apa yang diinginkan oleh pemangku kepentingan. Akuntansi secara konvensional dipahami sebagai satu set prosedur rasional yang digunakan untuk menyediakan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan dan pengendalian (Adlan, 2013). Akuntansi sarat dengan nilai value free, keberpihakan akuntansi didominasi pada kepentingan pihak tertentu sehingga laporan keuangan lebih banyak diperuntukkan bagi kepentingan mereka yang memiliki modal dan mengabaikan tujuan dasar dari akuntansi. Tujuan akuntansi untuk memberikan informasi dan akuntabilitas sebagai suatu pertanggungjawaban terhadap kondisi yang terjadi kepada publik selaku pihak yang juga punya hak untuk mempertanyakannya. Akuntansi mempunyai celah yang lebar dan luas untuk dikendalikan guna memenuhi kepentingan satu pihak. Esensi dasar akuntansi sebagai alat penyampai informasi yang dapat dipertangungjawabkan baik secara moral dan etik. Dalam penyampaian informasi seorang 1 Dimuat pada Proceding International Workshop On Islamic Development/ Workshop Internasional Pembangunan Berteraskan Islam (WAPI-7) tahun 2014. Kerjasama Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dengan ISDEV University Sains of Malaysia