Teknik Pemberian Rekomendasi Menu Makanan dengan Pendekatan Contextual Model dan Multi-Criteria Decission Making Robertus Adi Nugroho 1 , Ridi Ferdiana 2 Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada robertusadi84@gmail.com 1 , ridi@ugm.ac.id 2 Abstract- Culinary tour becomes very popular among society.Many restaurant raised offering various delicious foods. We can easily find a lot of information about them through electronic and print media. Unfortunately, this information sometimes doesn't help us. Too many information make us confuse and hard to decide which one is the best one. People need a recommendation system that can help them to decide which food is the suitable one. Many criterias is used to decide which food will be eaten. People do not always eat a food because its popularity. People choose one menu maybe because its calorie, its price, its location, or something else. This research try to find the better way to give a food recommendation. Based on Weighted Sum Model calculation, this research want to build a better tehnique using Contextual Model. Contextual model makes the system more understand and more friendly. Intisari- Wisata kuliner merupakan aktivitas yang populer saat ini. Banyak restoran atau rumah makan menawarkan makanan yang menarik. Banyak informasi disediakan mengenai wisata kuliner, baik melalu media cetak maupun elektronik. Akan tetapi, banyaknya informasi ini tidak serta merta membatu seseorang dalam memilih menu makanan. Pengguna menjadi bingung dan semakin kesulitan untuk menemukan makanan yang sesuai dengan yang mereka butuhkan. Banyak kriteria digunakan dalam memilih makanan. Ada yang melihat kandungan kalorinya, harganya, lokasinya, atau sesuatu yang lain. Penelitian ini mencoba untuk menemukan cara yang lebih baik dalam memberikan rekomendasi menu makanan. Berbasis pada metode Weighted Sum Model, penelitian ini ingin membuat suatu teknik yang lebih baik dengan menerapkan Contextual Model. Contextual Model membuat suatu sistem menjadi lebih mengerti penggunanya dan mudah digunakan. Kata kunci sistem rekomendasi, multi-criteria decission making, contextual model, wisata kuliner, menu makanan I. PENDAHULUAN Peningkatan jumlah restoran atau rumah makan terjadi di setiap provinsi di setiap tahunnya [1]. Peningkatan ini diikuti dengan berubahnya pola hidup masyarakat dalam hal makan. Makan di luar rumah sudah menjadi gaya hidup masyarakat, khususnya masyarakat perkotaan. Informasi mengenai kuliner banyak disediakan oleh media cetak dan elektronik. Bahkan di media sosial banyak dijumpai berbagai macam sharing mengenai pengalaman kuliner setiap penggunannya. Informasi mengenai kelebihan atau kekurangan suatu restoran atau menu makanan dengan mudah dapat diperoleh. Banyaknya informasi itu, tidak serta merta membuat masyarakat (penikmat kuliner) menjadi semakin mudah menemukan apa yang mereka inginkan. Alih alih ingin mendapatkan sesuatu yang diinginkan, masyarakat malah mendapatkan terlalu banyak informasi dan jauh dari yang diharapkan. Untuk mengatasi informasi yang terlalu banyak ini, beberapa peneliti membuat suatu sistem rekomendasi yang dapat menyaring informasi informasi tersebut untuk mempersempit pencarian. Beberapa sistem yang ditawarkan menggunakan content-based filtering dan collaborative filtering. Metode content-based filtering merekomendasikan beberapa objek berdasarkan kesamaan objek yang direkomendasikan itu dengan objek yang pernah dipilih[2]. Sedangkan metode collaborative filtering merekomendasikan beberapa objek berdasarkan rating yang diberikan orang lain terhadap objek yang direkomendasikan itu[5]. Semakin baik rating dari sebuah objek maka peluang sebuah objek direkomendasikan akan semakin besar. Dalam hal kuliner, kedua metode di atas tidak dapat memberikan rekomendasi dengan maksimal. Setiap orang mempunyai kriteria sendiri dalam memilih makanan. Jika suatu makanan diberi rating yang bagus oleh seseorang belum tentu sesuai untuk yang lain. Sebagai contoh, A memberi rating bagus untuk makanan sate di restoran X karena rasanya enak, akantetapi B tidak suka makan sate di restoran X karena harganya terlalu mahal baginya. Contoh lainnya, C senang makan ayam goreng di restoran Y karena harganya murah dan rasanya pun sudah cukup enak, akan tetapi D lebih memilih makan ayam goreng di restoran Z karena lokasinya lebih dekat dengan rumah D. Dari contoh di atas, terlihat bahwa A lebih mementingkan rasa, B lebih mementingkan harga, C lebih mementingkan harga, dan D lebih mementingkan lokasi. Masing-masing mempunyai kriteria yang berbeda. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, metode Multi- Criteria Decission Making (MCDM) merupakan metode yang sangat tepat digunakan. MCDM menganalisis langkah langkah pengambilan keputusan[3] . Dalam MCDM ada 2 komponen penting yang perlu diperhatikan, yaitu: alternatives dan criterias [3]. Dua hal itulah yang menyebabkan MCDM menjadi solusi yang tepat untuk digunakan dalam rekomendasi menu makanan. Metode Weighted Sum Model (WSM) adalah salah satu metode MCDM yang paling banyak digunakan saat ini [3]. Metode ini memiliki keakuratan hasil yang baik [4]. Penelitian ini akan mengkombinasikan WSM dengan model kontekstual. Model kontekstual membuat sistem menjadi lebih personal. Personalisasi sebuah sistem rekomendasi dapat meningkatkan efektivitas dari sistem itu sendiri [5][6]. Kriteria pemilihan yang digunakan pada penelitian ini ada tiga, yaitu kalori, harga, dan jarak. Teknik pemberian menu makanan yang diusulkan dalam penelitian ini diperuntukkan bagi orang yang sehat atau tidak menjalani suatu terapi diet yang membutuhkan perhitungan kalori khusus. ISSN: 2085-6350 ISBN: 978-602-71396-1-9 Yogyakarta, 7 - 8 Oktober 2014 CITEE 2014 88 Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, FT UGM