Review jurnal Formulasi Biji Nangka (Artocarpus Heterophyllus) dengan Buah Talok (Muntingia Calabura L.) sebagai Susu Kesehatan bagi Penderita Hyperuricemia Oleh : Munawwaroh (13.03.3.1.1.00024); Aslimatul Umriyah (13.03.3.1.1.00076); Desy Ayu Ratnasari (13.03.3.1.1.00086) Susu merupakan bahan pangan yang memiliki kandungan gizi tinggi, diantaranya : protein, karbohidrat, mineral, vitamin dan lemak sehingga dapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Susu yang biasa kita temui adalah susu hewani yang merupakan hasil ternak dengan kandungan gizi tinggi sehingga banyak menyebabkan terjadinya kontaminasi mikroba pada susu (Suwito dan Andriani, 2012). Disamping itu, susu hewani juga banyak mengandung protein hewani yang dapat meningkatkan kadar kolestrol dalam tubuh sehingga tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi secara berlebihan, khususnya bagi seseorang yang menderita penyakit tertentu dan alergi terhadap protein hewani (Umarudin et al, 2012). Dengan perkembangan ilmu pengolahan pangan banyak dikembangkan susu nabati sebagai alternatif pengganti nutrisi susu hewani. Susu nabati merupakan susu yang dibuat dengan bahan dasar biji-bijian atau kacang- kacangan. Susu nabati yang sudah umum di pasaran adalah susu kedelai dan susu jagung yang dipercaya dapat menyehatkan tubuh dan mengandung rendah kolestrol (Setiawati dan Puspitojati, 2011). Selain biji kedelai dan jagung susu biji-bijian (grain milk) ini dapat dibuat dengan formulasi biji nangka (Artocarpus Heterophyllus) dengan buah talok(Muntingia Calabura L.) yang disebut dengan susu “BINATA” (susu biji nangka dan talok).Formulasi ke dua bahan tersebut sangat bermanfaat bagi penderita Hyperuricemia(kelebihan kadar asam urat dalam darah)karena kandungan dari formulasikedua bahan tersebut kaya akan kalsium, fosfor dan rendah purin. Biji nangka (Artocarpus Heterophyllus) merupakan buah yang tergolong dalam famili Moraceae, buah nangka merupakan spesies asli dari hutan-hujan dari india dan kepulauan Malaysia. Kemudian penyebaran buah nangka masuk ke Asia tenggara dan tersebar luas di daerah tropis termasuk Sri Lanka, sebagai buah yang penting bagi kesehatan (Pushpakumara, 2007). Biji nangka yang merupakan limbah dari konsumsi buah nangka ini tidak banyak dimanfaatkan oleh sebagian orang karena mereka tidak mengetahui banyak kandungan yang terdapat dalam biji nangka yang dapat dimanfaatkan. Komposisi yang terkandung dalam 100 gr buah nangka yaitu energi 37 kCal; protein 1,6 gr; karbohidrat 7,3 gr; kalsium 37 mg; karoten 110mg; niasin 0,4 mg; vitamin C 0,4 mg; vitamin B2 0,06 mg; vitamin B1 0,06 mg; fosfor 26 mg; sodium 48 mg; potassium 292 mg; air 83,1 mg (Pushpakumara, 2007). Guptaet al(2011) mengindikasikan bahwa biji buah nangka merupakan sumber nutrisi yang baik dan mengandung komponen antioksidan dan memiliki