IBADAT PERINGATAN ARWAH HARI KE-40 IBADAT PERINGATAN ARWAH HARI KE-40 Pembuka P : Saudara-saudari terkasih, Hari ini kita bersama-sama berdoa bersama untuk mendoakan arwah dari Ibu/mama/dan saudari tercinta kita yang pada 40 hari yang lalu di panggil Bapa. Kita percaya bahwa segala doa yang kita panjatkan untuk mereka yang sudah meninggal sangat bermanfaat demi terwujudnya harapan iman mereka untuk berdiam di rumah Tuhan selamalamanya. Masyarakat di berbagai tempat di Indonesia mengenal kebiasaan memperingati arwah berdasarkan rangkaian hari/tahun, seperti peringatan hari ke-7, 40, 100, 1 tahun, 2 tahun, dan 1000 hari. Gereja Katolik menghargai budaya setempat dan menganjurkan agar adat istiadat umat beriman diintegrasikan dalam liturgi Gereja. Masing- masing masa liturgi itu menghadirkan seluruh misteri Kristus dan sekaligus juga menekankan aspek-aspek tertentu dari misteri itu. Begitu pula halnya dengan pengintegrasian budaya setempat berupa peringatan arwah pada hari ke-7, 40, 100, 1 dan 2 tahun, serta 1000 hari. Masing-masing hari itu merayakan satu tindakan Allah yang menyelamatkan orang yang sudah meninggal itu melalui Kristus dalam Roh Kudus dan sekaligus juga aspek-aspek tertentu dari misteri penyelamatan tersebut. Tobat P : Saudara-saudari, Marilah kita dengan jujur dan ikhlas kita mengakui segala dosa dan kelemahan kita dihadapan Allah dan sesama ; marilah kita mohon ampun atas segala kelemahan dan kedosaan yang telah kita perbuat. Secara khusus kita mohonkan ampun juga atas kesalahan dan dosa dari saudara kita……. yang dipanggil Bapa di surga 40 hari yang lalu. Doa Pembuka P : Marilah berdoa : Allah mahakasih, Engkaulah pencipta dan penebus kami. Tuhan Yesus telah berjaya dengan mengalahkan maut dan masuk kedalam kemuliaan abadiMu. Semoga ya Bapa, hambaMu ini saudara…………….. juga mengalahkan maut dan masuk dalam kemuliaanMu untuk