1 Pengembangan Sains, Hukum, Seni, Teknologi dan Ekonomi Di Dunia Islam Dalam Persepktif Sejarah Oleh Ajid Thohir * Abstrac Warisan peradaban yang dihadirkan oleh Dunia Islam, telah memberi kontribusi yang cukup besar bagi kepentingan peradaban Dunia secara umum. Aspek-aspek pengembangan kemanusiaan baik kekuatan aqliyah, ruhaniyah dan jasmaniyah berpadu mengolah potensi material dan kosmologikal. Sehingga warisan peradaban Islam secara umum banyak dinikmati oleh berbagai manusia lintas etnik dan lintas zaman. Bagaimana cara-cara Islam mengembangkan potensi kemanusiaan dan wilayah, bisa ditelusuri dari realitas sejarahnya melalui pengembangan sains, hukum, seni, teknologi dan ekonomi. Key Words: hellensime Islam, sains, hukum, seni, teknologi, ekonomi, assimilasi etnik, produk- produk sains. A. Pendahuluan Sejak Rasulullah SAW wafat, Islam tidak hanya tersebar sebatas di wilayah-wilayah kebudayaan Arab, akan tetapi sudah mulai merambah menaklukan dan memasuki daerah-daerah kebudayaan luar Arab dan sekitarnya (khususnya wilayah-wilayah kekuasaan Romawi dan Persia) yang berdekatan dengannya, seperti Iraq, Persia, Syiria, Mesir dan lainnya 1 . Secara otomatis, penaklukan-penaklukan tersebut membuat wilayah kekuasaan Islam sarat dengan kompleksitas kebudayaan terutama pertemuan dengan berbagai etnik, mulai dari bahasa, suku, ras, termasuk agama. Dari sinilah awal pembentukan dan asimilasi kebudayaan Arab dan non- Arab berkembang. Terjadinya proses asimilasi 2 dan hubungan antar etnik pada masa-masa awal Islam, secara historis menunjukkan dinamika yang sangat kompleks. Fenomenanya bukan hanya dalam dinamika hubungan fisik yang harmonis dengan suasana yang kooperatif, simetris dan dialogis antara Islam, kebudayaan Arab dan non-Arab, namun tidak sedikit pula dalam aspek-aspek * Penulis adalah pengampu mata kuliah Sejarah dan Peradaba Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Alamat E-mail: ajid_thohir@yahoo.com 1 ‘Abd al-Rahman bin Khaldun, Târîkh Ibn Khaldûn, jilid 3, Dar Kutub al-‘Ilmiyyah, Lubnan, 2006; 3-136. Philip K.Hitty, History of The Arabs, Tenth Edition, The Macmilland Press, 1974; 139-168 2 Istilah asimilasi (assimilation) mengacu pada kajian antropologis, adalah berpadunya dua entitas fisikal dalam sebuah wilayah kebudayaan yang keduanya berupaya untuk saling menerima, mempadukan, dan melengkapi. Kata lain yang mirip dalam hal ini adalah akulturasi (acculturation) yakni proses adaptasi antara satu kebudayaan dengan kebudayaan lainnya atau proses saling mempenagruhi dalam aspek kebudayaan. …every society is a more or less succesfull melting-pot where diverse populations are merged, acculturated and eventually assimilated , at different rates and in different ways, depending on their place in the economic and political systems. Lihat Thomas Hylland Eriksen, Ethnicity and Nationalism; Antropological Perspectives, Secon Edition, Pluto Press London, 2002; 20