LAYANG-LAYANG TRADISI BUDAYA bali “RARE ANGON SEJATI (R.A.S)” Putu yogi asmara jaya Pariwisata Budaya dan Agama Fakultas Dharma Duta IHDN Denpasar Abstrak Layang-layang adalah tradisi budaya bali yang sudah lama di turun temurunkan oleh leluhur ke anak-anak dan cucu-cucunya, Pemain yang memainkan layang-layang itu di sebut dengan rare angon , karena melayangan sangat erat kaitannya dengan cerita rare angon, Permainan layang-layang merupakan hobi yang digemari oleh berbagai kalangan di Bali dari anak-anak, tua, muda, laki-laki maupun perempuan. Bukan hanya itu saja,menurut beberapa tokoh agama Hindu, permainan layangan memiliki makna signifikansi relijius yang dipersembahkan kepada Dewa Rare Anggon. Rare Anggon sendiri dipercaya sebagai pelindung areal pesawahan petani sehingga sawah masyarakat Bali tak terkena hama wereng maupun burung. Kata Kunci : Melayangan Tradisi Budaya Bali I.Pendahuluan Layang-layang atau istilah Bali disebut dengan Melayangan bermula dari sebuah permainan masyarakat yang sangat sederhana, Tradisi Melayangan telah terjadi secara turun temurun yang diwariskan oleh masyarakat Bali. Layang-layang dan juga tradisi Melayangan sangat erat kaitannya dengan cerita rare angon, Dipercaya bahwa Dewa Siwa dalam manivestasinya sebagai Rare angon merupakan Dewa Layang-layang.Pada musim layangan atau setelah panen di sawah Rare angon turun ke Bumi diiringi dngen tiupan deruling bertanda untuk memanggil sang angin. Rare Angon berarti anak gembala, setelah musim panen para prtani terutama anak gembala mempunyai waktu senggang yang mereka gunakan untuk senang- senang. Sambil menjaga ternaknya salah satu permainan yang sering mereka lakukan adalah bermain Layang-layang. Bagi Masyarakat Bali layang-layang mempunyai nilai kesungguhan yang menonjol dan bukan sebagai benda kosong tanpa nilai, Masyarakat Bali percaya bahwa Layang-layang mempunyai badan, Tulang dan Roh. Salah satu ivent