1 PREDIKSI NILAI RATING FACTOR JEMBATAN KOMPOSIT BAJA-BETON DENGAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK Nurbetha Hijrah Rahmadi Mahasiswa Program Sarjana S2, Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA nurbethahijrahrahmadi@yahoo.com Akhmad Aminullah, S.T., M.T., Ph.D. Dosen Pembimbing Utama, Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA akhmadaminullah4@gmail.com Dr. Ir. Muslikh, M.Sc., M.Phil. Dosen Pembimbing Pendamping, Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, INDONESIA muslikh7@yahoo.com INTISARI Saat ini metode analisis yang digunakan untuk menghitung rating factor jembatan komposit cukup panjang dan lama, sehingga diperlukan suatu metode baru untuk memprediksi rating factor dengan cepat. Pada penelitian ini digunakan metode Artificial Neural Network (ANN). ANN adalah suatu pemodelan matematis yang dapat membentuk suatu persamaan pendekatan terhadap suatu proses yang unik dari kumpulan input dan output. Pada penelitian ini persamaan dibentuk dari kumpulan input (bentang, kedalaman penetrasi korosi, kuat tekan pelat beton dan tegangan leleh gelagar baja) yang menghasilkan output berupa nilai rating factor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesimpulan akhir hasil prediksi persamaan empiris hasil pemodelan ANN mengenai masih aman atau tidaknya jembatan untuk menahan beban yang bekerja tetap sama dengan hasil hitungan secara teoritis. Oleh karena itu, persamaan empiris yang dihasilkan dapat digunakan untuk memprediksi secara cepat nilai rating factor jembatan. Kata kunci: jembatan komposit, rating factor, Artificial Neural Network 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jembatan memiliki fungsi utama untuk menghubungkan dua atau lebih daerah yang terhalang oleh sungai, selat maupun ngarai untuk meningkatkan arus transportasi dari dua atau lebih kawasan yang terhubung. Fungsi tersebut menjadikan peranan jembatan cukup penting, sehingga dalam pembangunannya perlu mengikuti standar yang tinggi, agar jembatan yang dibangun tidak mudah rusak yang akan berdampak banyak dalam hal perekonomian. Kejadian runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara menjadi pelajaran yang berharga bagi Indonesia dalam membangun dan mengelola jembatan. Pembangunan tidak sekedar membangun, tetapi hal penting selanjutnya adalah pemeliharaan dan pemeriksaan/evaluasi jembatan agar selalu dapat berfungsi dengan maksimal. Salah satu cara untuk mengevaluasi jembatan adalah dengan menggunakan rating factor. Sampai saat ini metode analisis yang digunakan untuk menghitung rating factor cukup panjang dan lama. Hal ini terjadi karena kapasitas dari sebuah jembatan dan gaya-gaya dalam yang bekerja akibat pembebanan yang terjadi harus diketahui dahulu. Oleh karena itu perlu dikembangkan suatu metode untuk dapat membantu proses perhitungan nilai rating factor sebuah jembatan dengan harapan agar waktu dan tenaga yang diperlukan lebih efektif dan efisien.