Banyaknya kasus kecelakaan yang antara anteseden yang masuk akal, persepsi ada di Indonesia, sektor kerja bagian pekerja mengenai resioko cedera cenderung produksi terbilang cukup rentan terjadinya mempengaruhi terjadinya cedera dalam kecelakaan kerja. Kecelakaan industri tempat kerja (Zhou, Fang, & Wang, 2007). adalah kejadian kecelakaan yang terjadi di Persepsi terhadap resiko dapat berbeda- tempat kerja khususnya di lingkungan beda satu sama lain dan dikenal sebagai industri. Kecenderungan seseorang pertanda penting untuk tindakan mengalami kecelakaan pada saat bekerja pencegahan (Huang,Chen, DeArmond, sangat dipengaruhi oleh faktor individu dan Cigularov & Chen, 2007). juga lingkungan tempat kerjanya. Pekerja Synder, dkk (2008) menjelaskan yang selalu berperilaku aman dengan bahwa iklim keselamatan adalah persepsi mematuhi peraturan keselamatan yang ada pekerja terhadap praktek keselamatan, yaitu dengan menggunakan fasilitas Alat peraturan, dan prosedur sehingga mereka Perlindungan Diri (APD) cenderung lebih bertindak aman dalam lingkungan kerja rendah untuk mengalami kecelakaan kerja, dikaitkan dengan prioritas-perioritas begitu juga dengan karyawan yang bekerja lainnya seperti produktivitas. Iklim di tempat kerja yang mempunyai iklim keselamatan yang positif menandakan keselamatan kerja yang baik. bahwa organisasi menghargai pekerjanya Keselamatan kerja masih menjadi serta menyokong kesehatan dan pusat perhatian dan penelitian-penelitian kesejahteraan pekerja. Hoffman dan Stetzer mengenai keselamatan kerja terus berlanjut (dalam Griffin dan Neal, 2004) iklim untuk menemukan anteseden yang keselamatan memiliki pengaruh langsung memungkinkan terjadinya perilaku terhadap peningkatan perilaku keselamatan keselamatan dalam rangka meningkatkan dan penurunan angka kecelakaan dalam intervensi yang tepat (Beach, 1980). Di kerja. Salah satu komponen dari perilaku Abstract This study aims to determine the role of compliance with safety regulations as mediators of the effect of safety climate on the tendency of employees injured at work in the production department . Subjects in this study amounted to 95 employees working on the production of PT . Dantosan Precon Perkasa . Collecting data in this study using three kinds of scales that safety climate scale , the scale of salvation regulatory compliance work and scale prone to accidents. Regression analysis showed that regulatory compliance is not acting as memediatori between climate variables with a tendency to experience salvation job accidents. There was a significant relationship between regulatory compliance and safety climate together with the tendency had an accident with sigfikansi value of 0.000 p = < 0.01 and F = 19.391 . Variable regulatory compliance and safety climate variability can explain the tendency of 28.1 % of injured at work , while the remaining 71.9 % is explained by other variables . Keywords: safety climate , safety and regulatory compliance prone to accidents at work KEPATUHAN PERATURAN KESELAMATAN KERJA SEBAGAI MEDIATOR PENGARUH IKLIM KESELAMATAN KERJA TERHADAP KECENDERUNGAN MENGALAMI KECELAKAAN KERJA Rini Eka Sari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Email: riniekasari_stipsi@yahoo.com Jurnal Psikologi Mandiri 81