1 ANALISA PENERAPAN METODE “EARN VALUE” dan “PROJECT CRASHING” PADA PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus : Pembangunan Gedung IGD RSUD Sunan Kalijaga, Demak) Analysis of the Application of “Earned Value” and “Project Crashing” on ConstructionProject (Case study : IGD Building of RSUD Sunan Kalijaga Demak) Talitha Zhafira 1 , Mandiyo Priyo 2 , Surya Budi Lesmana 3 1 Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil UMY NIM 20120110323, 2 Dosen Pembimbing I, 3 Dosen Pembimbing II INTISARI Proyek konstruksi memiliki karakteristik unik yang tidak berulang. Proses yang terjadi pada suatu proyek tidak akan berulang pada proyek lainnya. hal ini disebabkan oleh kondisi yang mempengaruhi proses suatu proyek konstruksi berbeda satu sama lain. Pengendalian (kontrol) diperlukan untuk menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan. Tiap pekerjaan yang dilaksanakan harus benar-benar diinspeksi dan dicek oleh pengawas lapangan, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi atau belum.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja proyek dari segi waktu dan biaya penyelesaian proyek. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan waktu dan biaya penyelesaian proyek pada saat ditinjau serta mengetahui indeks prestasi proyek. Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari kontraktor. Data-data tersebut meliputi RAB, laporan mingguan, progress report, dan time schedule.Metode yang digunakan untuk menganalisis adalah metode nilai hasil (Earned Value Method) yang memadukan unsur jadwal, biaya, serta prestasi fisik pekerjaan, sehingga dapat mengetahui prakiraan biaya dan waktu untuk menyelesaikan proyek. Analisis dilakukan dengan bantuan software Microsoft Excell 2010. Hasil penelitian menunjukan bahwa informasi yang didapat pada saat peninjauan minggu ke-19 adalah nilai Planned Value (PV) sebesar Rp.3.981.025.497,26, nilai Earned Value sebesar Rp. 4.835.552.298, dan nilai Actual Cost sebesar Rp. 3.409.775.000,00. Pada saat peninjauan minggu ke-19 proyek mengalami keuntungan Cost Varian sebesar Rp. 1.425.777.298,00 dan nilai Cost Performance Index = 1,418. Sedangkan dari aspek jadwal proyek mengalami percepatan 5 minggu lebih awal daripada rencana. Schedule Varians sebesar Rp. 854.526.800,74 dan nilai Schedule Performance Index = 1,215. Prediksi biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek adalah sebesar Rp.4.950.908.465,70 Kata kunci : Pengendalian proyek, Earned Value Method, kinerja biaya, analisis varians, performance indeks A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Proyek konstruksi memiliki karakteristik unik yang tidak berulang. Proses yang terjadi pada suatu proyek tidak akan berulang pada proyek lainnya. hal ini disebabkan oleh kondisi yang mempengaruhi proses suatu proyek konstruksi berbeda satu sama lain. Misalnya kondisi alam seperti perbedaan letak geografis, hujan, gempa, dan keadaan tanah merupakan faktor yang turut mempengaruhi keunikan proyek konstruksi. Pengendalian (kontrol) diperlukan untuk menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan. Tiap pekerjaan yang dilaksanakan harus benar-benar diinspeksi dan dicek oleh pengawas lapangan, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi atau belum. Misalnya pengangkutan bahan harus diatur dengan baik dan bahan-bahan yang dipesan harus diuji terlebih dahulu di masing-masing pabriknya. Dengan perencanaan dan pengendalian yang baik terhadap kegiatan-kegiatan yang ada, maka terjadinya keterlambatan jadwal yang mengakibatkan pembengkakan biaya proyek dapat dihindari ( Wulfram, 2004 ). Salah satu metode pengendalian waktu dan biaya proyek secara terpadu yaitu dengan Konsep Nilai Hasil (Earned Value) serta melakukan crashing pada minggu yang mengalami keterlambatan yang dianggap cukup mempengaruhi penyelesaian proyek. 2. Rumusan Masalah Adapun masalah-masalah yang akan dibahas dalam tugas akhir ini adalah: 1. Berapa besar indikator-indikator Earned Value, yang berupa Planned Value, Earned Value dan Actual Cost? 2. Berapa besar nilai varian yang terjadi pada proyek tersebut? 3. Berapa besar indeks performansi proyek? 4. Berapa lama waktu dan biaya penyelesaian proyek apabila kondisi proyek seperti pada akhir peninjauan? 5. Berapa besar biaya penambahan tenaga kerja yang diperlukan? B. TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan dari tugas akhir ini adalah sebagai berikut :