81 PENGARUH SANITASI DAN KESEHATAN TERHADAP PRODUKTIVITAS PETANI (STUDI KASUS DI KABUPATEN SLEMAN) Ernoiz Antriyandarti 1 1 Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret ernoiz_a@yahoo.com ABSTRAK Kurang memadainya sanitasi di lingkungan masyarakat pedesaan merupakan salah satu masalah dalam pembangunan pertanian. Rendahnya tingkat pendidikan dan kesadaran akan pentingnya kesehatan sanitasi dan penyediaan air bersih menjadikan masyarakat desa di Kabupaten Sleman, yang sebagian besar petani padi, terbiasa hidup dengan akses sanitasi yang jauh dari standar sanitasi sehat. Kondisi ini akan mempengaruhi kesehatan dan biaya perekonomian masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sanitasi dan kesehatan terhadap produktivitas petani di Kabupaten Sleman dengan menggunakan metode analisis biaya manfaat (Cost Benefit Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya akses sanitasi yang sehat, akan menghemat waktu dan biaya kesehatan serta meningkatkan kualitas dan taraf hidup petani. Kebiasaan hidup yang sehat mempunyai kontribusi dalam peningkatan produktivitas petani, yang berarti memperbesar kesempatan sosial ekonomi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan mengurangi kemiskinan. Keywords: sanitasi, kesehatan, produktivitas, analisis biaya manfaat, petani PENDAHULUAN Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang sangat cepat mendorong tuntutan penyehatan lingkungan permukiman baik di perkotaan maupun pedesaan semakin tinggi. Hal ini berkolerasi dengan kuantitas dan kualitas instalasi pengolahan air limbah yang ada di pedesaan, yang sebagian besar masih sederhana dan cenderung seadanya tanpa memperhatikan standar kesehatan. Disinyalir tingkat pencemaran air tanah di pedesaan juga meningkat dikarenakan perhatian masyarakat, khususnya masyarakat miskin pedesaan terhadap kesehatan dan kelayakan sanitasi dinilai kurang. Hal ini berdampak pada tingkat pencemaran yang semakin meningkat dan secara sosiologis kondisi tersebut menggambarkan permukiman pedesaan yang jauh dari kesan manusiawi dan sehat. Pencemaran lingkungan akan menimbulkan ketidakefisienan ekonomi. Masalah pencemaran lingkungan merupakan aspek yang berhubungan dengan adanya eksternalitas ekonomi yang bersifat negatif (external diseconomies), yaitu kegiatan ekonomi yang mempengaruhi kesejahteraan manusia (Reksohadiprojo dan Brodjonegoro, 2000). Kurang layaknya akses sanitasi berakibat pada meningkatnya kontaminasi sumber air, perubahan curah hujan dan permintaan air di sector pertanian. Perbaikan dan pengembangan akses sanitasi merupakan salah satu target Millennium Development Goals (goal 7) yang berkaitan erat dengan target kesehatan dan nutrisi (goal 1, 4, 5, dan 6), keberlanjutan lingkungan (goal 7), kesetaran gender (goal 3), kehadiran sekolah dasar (goal 2) dan penurunan tingkat kemiskinan (goal 1) (Hurtado, et.al, 2002). Kendala dalam pengembangan sanitasi di negara berkembang antara lain menyangkut rendahnya tarif pelayanan, kurangnya pendanaan dan keterlibatan pemerintah serta tidak konsistennya sumber daya masyarakat dalam implementasi pengembangan sanitasi yang layak dan sehat (Boyd, et.al, 2008; Kulshrestha dan Mittal, 2005).