Achmad Suntoro ISSN 0216 - 3128 55 Prosiding PPI - PDIPTN 2007 Pustek Akselerator dan Proses Bahan - BATAN Yogyakarta, 10 Juli 2007 PEMANTIK LPG OTOMATIS UNTUK PEMBAKAR GAS HIDROGEN PADA PROSES REDUKSI TUNGKU ME-11 Achmad Suntoro Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir - BATAN ABSTRAK Pemantik LPG otomatis untuk membakar gas hidrogen pada proses reduksi tungku ME-11 berhasil direkayasa menggunakan komponen lokal dengan teknik reverse engineering. Telah dipelajari secara kualitatif sistem kerja untuk nyala awal LPG untuk kemudian direkayasa penyalaannya secara otomatis dan diterapkan pada tungku reduksi ME-11. Sistem penyalaan otomatis ini telah diuji dan terbukti dapat bekerja dengan baik. ABSTRACT Reverese engineering method for automatic spark-ignition system of LPG to burn hydrogen gaseous in the reducing process of ME-11 furnace has been succesfully implemented using local materials. A qualitative study to the initial behavoiur of the LPG flame system has created an idea by modification to install an automatic spark-ignition of the LPG on the reducing furnace ME-11. The automatic spark-ignition system has been tested and proved working well. Keyword: Pemantik LPG otomatis, tungku reduksi, pembakar gas hidrogen. PENDAHULUAN roses reduksi untuk mengubah serbuk U 3 O 8 menjadi UO 2 pada proses daur bahan bakar nuklir gagalan, agar dapat diproses kembali menjadi bahan bakar yang memenuhi syarat, menggunakan gas hidrogen sebagai pereduksi pada suhu tinggi. Proses reduksi tersebut mengikuti reaksi kimia dalam tungku listrik: (lebihan) 2 2 2 (berlebih) 2 8 3 H O H UO H O U (1) H 2 O yang terjadi akibat reaksi akan berbentuk uap panas dan keluar dari tungku bersama-sama dengan gas H 2 lebihan, sedangkan serbuk UO 2 akan tetap tinggal di dalam tungku. Uap air panas selanjutnya dijebak oleh ruang kondensasi hingga menjadi air sebelum sempat keluar ke udara bebas, dan gas H 2 lebihan akan keluar dari sistem tungku untuk kemudian dibakar oleh nyala api dari gas LPG (Liquid Petroleum Gas) di ruang pembakaran. Gambar 1 adalah sistem tungku reduksi ME-11 untuk tujuan tersebut. Gas H 2 lebihan yang keluar dari tungku harus dibakar untuk keselamatan, karena pada komposisi volume tertentu antara gas hidrogen dengan udara (18% s/d 59%) [1] dapat berpotensi untuk meledak. Sistem pembakaran gas H 2 pada tungku reduksi Gambar 1 dilakukan secara manual, yaitu mula- mula operator memercikkan bunga api dari pemantik portable untuk membakar gas LPG yang selanjutnya digunakan membakar gas hidrogen. Teknik pembakaran manual tersebut mempunyai resiko yang cukup besar bagi operator, jika terjadi gangguan nyala api LPG padam sedangkan gas H 2 terus mengalir. Pada kondisi tersebut, percikan api oleh operator akan berpotensi menyulut ledakan. Dalam makalah ini akan ditunjukkan proses penambahan sistem otomatis pemantik untuk membakar gas LPG pada tungku reduksi ME-11 dengan cara reverse engineering, yaitu dengan me- lihat pola pemasangan pemantik tungku sinter ME- 06. Modifikasi jenis pemantik dan spark-ignitor nya dibuat tidak sama dengan yang digunakan pada tungku ME-06 terutama ditujukan agar sistim menggunakan komponen lokal yang mudah didapat. Dua redundansi pemantik dipasang untuk mening- katkan keyakinan bahwa nyala LPG akan terjadi. Sedangkan untuk sistem otomatis dibuatkan rangkaian listrik tambahan dengan memanfaatkan komponen-komponen listrik dan instrumentasi tungku yang ada (terpasang). Fasilitas ini dibuat untuk meningkatkan faktor keselamatan operasi yang disyaratkan [1] . P