Karlinasari et al. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan 2(1): 40-43 (2009) 40 PERUBAHAN KEKAKUAN DINAMIS KAYU SETELAH PENGUJIAN KEAWETAN ALAMI KAYU NANGKA DAN MANGIUM Dynamic MOE of Jackfruit and Mangium Woods after Natural Durability Testing Lina KARLINASARI 1 , Ina RITA 2 dan Istie Sekartining RAHAYU 1 Corresponding Author : karlinasari@ipb.ac.id ABSTRACT The aim of this study was to evaluate dynamic modulus of elasticity (MOEdyn) of woods after tested those natural durability. Field tests by grave yard test were applied to prove the natural durability of jackfruit and mangium woods in ground contact. The method of non-destructive testing based on ultrasonic wave propagation was carried out to define ultrasonic velocity than that used for evaluating MOEdyn. The result showed that ultrasonic velocity of jackfruit and mangium woods decreased 3% and 0.5%, respectively after field test. There was a significant difference of MOEdyn value between before and after natural durability testings. Berdasarkan hasil tersebut maka kegiatan pengujian non destruktif metode gelombang ultrasonik ber potensi digunakan untuk menduga perubahan kekakuan kayu . Dasar kalimat ini tidak tepat Keywords : Grave yard test , MOEd, non destructive, ultrasonic wave PENDAHULUAN Sebagai produk alam yang mengalami rekayasa alami karena adanya pengaruh kondisi tempat tumbuh dan faktor genetik, secara individu kayu memiliki keragaman karakteristik sebagai bahan baku. Selain sifat-sifat fisis, mekanis, kimia kayu keawetan alami kayu juga berbeda-beda. Menurut Hunt dan Garrat (1986), keawetan alami diartikan sebagai daya tahan kayu terhadap faktor-faktor perusak kayu yang datang dari luar, tetapi biasanya yang dimaksud adalah daya tahan kayu terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh organisme perusak kayu seperti jamur, serangga dan binatang laut (marine borers). Keawetan alami ditentukan oleh zat ekstraktif yang bersifat racun terhadap faktor perusak tadi, sehingga dengan sendirinya keawetan alami ini akan bervariasi sesuai dengan variasi jumlah serta zat jenis ekstraktif. Keawetan alami kayu berbeda-beda menurut jenis kayu, baik dalam jenis yang sama maupun dalam pohon yang sama. Salah satu cara menentukan keawetan alami kayu adalah dengan uji kubur (grave yard test). Dalam pengujian ini sebagian permukaan kayu dikubur di dalam tanah, diharapkan pada bagian yang terkubur mengalami serangan perusak biologis. Serangan perusak biologis pada kayu seringkali dapat mengurangi sifat mekanis kekuatan dan kekakuan kayu pada tingkat serangan tertentu. Kegiatan uji kubur untuk keawetan alami dapat digunakan untuk memperoleh informasi kondisi paling buruk dari suatu kayu akibat serangan perusak biologis terutama rayap tanah. ( hal ini sesuatu yang pasti bukan seringkali) Pengujian mekanis yang memungkinkan dilakukan setelah terjadi kerusakan kayu adalah secara non destruktif yang dikenal sebagai pengujian dinamis. Salah satu metode non destruktif yang dapat digunakan adalah yang berbasis gelombang ultrasonik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan sifat kekakuan dinamis kayu akibat uji kubur pada kegiatan pengujian keawetan alami kayu. BAHAN DAN ALAT Bahan yang digunakan adalah kayu mangium (Acacia mangium) dari daerah Parung Panjang, Bogor yang berumur sekitar 10 tahun dan kayu nangka (Artocarpus heterophylus) yang berasal dari hutan tanaman rakyat di daerah Ciampea, Bogor. Masing-masing jenis kayu yang diuji dalam pada kondisi kering udara pada kadar air 15% dengan ukuran (5 x 5 x 40) cm. Jumlah contoh uji masing-masing kayu adalah sebanyak 20 buah, dimana 10 contoh uji dibor dan 10 contoh uji lainnya tidak dibor. Contoh uji yang dibor pada bagian ujungnya digunakan juga untuk pengujian kecepatan gelombang ultrasonik pada pengujian non destruktif. Alat-alat yang digunakan antara lain timbangan, alat pengukur panjang, moisture meter, oven, dan alat uji non destruktif metode gelombang ultrasonik merk SylvatestDuo®. Sumber bahan baku dari mana dan umur berapa serta potongan bagian mana yang digunakan perlu disebutkan 1 Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan IPB, Bogor 2 Alumnus Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan IPB, Bogor