Mengukur Tingkat Kenyamanan Penggunaan Sistem E-learning Moodle dalam Proses Knowledge Sharing: Studi Kasus di Universitas Budi Luhur Achmad Solichin Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Budi Luhur, Jakarta Email: achmatim@gmail.com , achmatim@bl.ac.id ABSTRAKSI Knowledge Management (KM) banyak diterapkan di berbagai organisasi, termasuk di institusi pendidikan seperti Universitas Budi Luhur. Sistem yang mendukung berjalannya proses dalam KM disebut sebagai KM System. Salah satu contoh KM System di lingkungan pendidikan adalah Learning Management System atau dikenal sebagai sistem e-learning. Penerapan e-learning di institusi pendidikan sering mengalami kegagalan karena penggunannya kurang merasa nyaman dengan sistem atau sistem tidak dibangun sesuai dengan kondisi dan tingkat knowledge dari penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kenyamanan pengguna sistem e-learning yaitu mahasiswa di Universitas Budi Luhur terutama untuk mendukung kelancaran proses knowledge sharing antara dosen dan mahasiswa. Sistem e-learning dalam penelitian ini menggunakan sistem Moodle dan pengambilan data menggunakan kuesioner format COLLES yang sudah tersedia di modul Moodle. Dari hasil analisa, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa merasa cukup nyaman dengan penggunaan sistem e-learning untuk melakukan knowledge sharing. Keywords Knowledge Management , e-learning, COLLES. 1. PENDAHULUAN Dalam masyarakat berbasis informasi (information society), knowledge merupakan komponen yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, baik kehidupan ekonomi, bisnis, politik maupun pendidikan. Saat ini sudah mulai muncul kesadaran akan pentingnya knowledge, lebih dari sekedar data maupun informasi. Dunia pendidikan merupakan salah satu bidang kehidupan yang erat kaitannya dengan knowledge. Contohnya proses belajar mengajar pada dasarnya merupakan proses dimana knowledge diturunkan (dipindahkan) dari pengajar (dosen, guru) ke pelajar (mahasiswa, siswa). Semua proses dalam Knowledge Management (KM Process) akan berjalan dengan dukungan suatu aplikasi yang disebut Knowledge Management System (KM Systems) [1]. Khusus di dalam dunia pendidikan, KMS berkaitan erat dengan Learning Management System (LMS) atau sering dikenal dengan istilah sistem e- learning. Universitas Budi Luhur sebagai salah satu universitas yang berbasis teknologi informasi, juga menerapkan sistem e-learning sebagai salah satu media pembelajaran mahasiswanya. Permasalahan yang sering dihadapi dalam penerapan e-learning di suatu institusi adalah bagaimana membuat pengguna dari sistem e-learning merasa nyaman, terutama dalam rangka mendukung proses knowledge sharing yang efektif. Kenyamanan pengguna merupakan faktor yang bersifat subyektif dan cukup sulit untuk diukur. Dalam penelitian ini, penulis mencoba untuk mengukur tingkat kenyamanan pengguna sistem e-learning dalam kaitannya dengan proses pembelajaran dan knowledge sharing yang terjadi di lingkungan Universitas Budi Luhur. Penulis hanya membatasi pengguna sistem e- learning yaitu mahasiswa. Pada akhirnya, penelitian ini akan menghasilkan tingkat kenyamanan pengguna sistem e-learning (mahasiswa) di lingkungan Universitas Budi Luhur dan diharapkan dapat menjadi masukan bagi penerapan sistem e-learning. 2. LANDASAN TEORI 2.1 Knowledge dan Knowledge Management Knowledge berbeda dengan data maupun informasi. Knowledge berada di level yang lebih tinggi dari data dan informasi. Knowledge merupakan suatu kebenaran yang dipercaya tentang hubungan antara suatu konsep yang sesuai dengan suatu fakta atau kenyataan [1]. Dilihat dari bentuk dan letaknya, knowledge dibagi menjadi tacit dan explicit [2]. Explicit knowledge merupakan knowledge yang tertulis, terarsip, tersebar (cetak maupun elektronik) dan bisa sebagai bahan pembelajaran (reference) bagi orang lain. Sedangkan tacit knowledge adalah knowledge yang berbentuk know-how, pengalaman, skill maupun pemahaman. Tacit knowledge umumnya tidak tertulis dan masih tersembunyi di dalam pikiran seseorang, namun demikian tacit knowledge dapat menjadi explicit