Bakti Saraswati Vol.02 No.01 (Maret 2012) ISSN : 2088-2149 Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Mahasaraswati Denpasar 7 PENGUSAHAAN PADI BERBASIS ORGANIK MENINGKATKAN NET RETURN PETANI DI SUBAK LUMBUNG SELEMADEG BARAT-TABANAN Ni Gst.Ag.Gde Eka Martiningsih dan I Ketut Widnyana Fakultas Pertanian Unmas Denpasar ABSTRACT The aims of this study were to increase the net return of farmer at Subak Lumbung and encouraging subak members to practice the organic farming system on their plantations. According to the vision of Bali and Tabanan government to spread the organic agriculture system in Bali, this activities will force the communities action to more aware about organic system. Furthermore to build the activities sustain, subak members have to show the success of the organic farming system. This plot demonstration will use two treatments of farming system such us: 1) the farming system based on organic fertilization and 2) the conventional system which use the chemical fertilization. The differences of net return of the two system was 20 % different which the organic system higher than the conventional ones. Despite the differences of net return, the other advantages of organic farming are the sustainability of soil fertile and environment and also produce the healthy product compare to conventional system agriculture. Key words: organic farming, subak, organic fertilization, conventional, sustainability A. PENDAHULUAN Memasuki abad 21, masyarakat semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Gaya hidup sehat dengan slogan Back to Nature” telah menjadi tendensi baru dengan meninggalkan pola hidup lama yang menggunakan bahan kimia non alami, seperti pupuk, pestisida sintetis dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian. Pangan yang sehat dan bergizi tinggi dapat diproduksi dengan metode baru yang dikenal dengan pertanian organik. Bicara pertanian organik, tidak dapat dipisahkan dengan keberlanjutannya terutama dari dimensi ekonomi, selain dimensi lingkungan dan dimensi sosial. Pertanian organik tidak sebatas hanya meniadakan penggunaan asupan eksternal sintetis, tetapi juga pemanfaatan sumber-sumber alam secara berkelanjutan, produksi makanan sehat dan menghemat energi. Aspek ekonomi dapat berkelanjutan bila produksi pertaniannya mampu mencukupi kebutuhan dan memberikan pendapatan yang cukup untuk melaksanaan keberlanjutan penghidupan. Tetapi, kerapkali motivasi ekonomi menjadi kemudi yang menyetir arah pengembangan pertanian organik. Karena pengusahaan pertanian berbasis organik masih disangsikan oleh petani akan mampu menambah kesejahteraan secara langsung. Sehingga selain memberikan inovasi teknologi organik juga memerlukan perubahan pola pikir dari petani. Peralihan ke pertanian organis memerlukan pola pikir yang baru pula. Seluruh anggota keluarga yang terlibat dalam pengelolaan lahan harus siap dalam melakukan perubahan-perubahan dalam banyak aspek. Yang pertama dan terpenting adalah cara pandang petani itu sendiri terhadap pertanian organik. Potensi ekonomi lahan pertanian dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang berperan dalam perubahan biaya dan pendapatan ekonomi lahan. Setiap lahan memiliki potensi ekonomi bervariasi (kondisi produksi dan pemasaran), karena lahan pertanian memiliki karakteristik berbeda yang disesuaikan dengan kondisi lahan tersebut. Maka faktor-faktornya bervariasi dari satu lahan ke lahan yang lain dan dari satu negara ke negara yang lain. Secara umum, semakin banyak perubahan dan adopsi yang diperlukan dalam lahan pertanian, semakin tinggi pula resiko ekonomi yang ditanggung untuk perubahan-perubahan tersebut. Kemampuan ekonomi suatu lahan dapat diukur dari keuntungan yang didapat oleh