1 SISTEM KLASIFIKASI INDIKATOR DAERAH RAWAN PANGAN MENGGUNAKAN DATABASE FUZZY TAHANI Nurfia Oktaviani Syamsiah Program Studi Komputerisasi Akuntansi Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika (AMIK BSI) Jl. Raya Cibarusah No. 168 Cikarang Square, Cikarang, Bekasi http://www.bsi.ac.id fee_oksya@yahoo.com ABSTRAK The research was conducted with the aim to produce a web-based system, which can provide convenience for each region to provide data related to the region, as well as ordinary users to search for and obtain information about a particular area with a category of indicators from anywhere and anytime. Based on the maps of Food Security and Vulnerability Indonesia, among other aspects of the use of normative consumption per capita net availability of cereals on the ratio, number of people living below the poverty line, connecting the appropriate access number, number of households without access to electricity, number of infant mortality, number of children with weight below the standard, number of illiterate women, number of households without access to clean water and the number of households who live more than 5km from a health facility. Each indicator value is represented using fuzzy sets form the shoulder, with the initial parameter set based on preliminary data have been obtained. The search process is based on the concept of fuzzy database models Tahani, fuzzy query based approach Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan suatu sistem berbasis web, yang dapat memberikan kemudahan bagi setiap daerah untuk memberikan data terkait dengan daerahnya, demikian pula pengguna biasa dapat mencari sekaligus mendapatkan informasi mengenai suatu daerah dengan kategori indikator tertentu darimanapun dan kapanpun. Berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Indonesia, aspek yang digunakan antara lain Konsumsi normatif per kapita terhadap rasio ketersediaan bersih serealia, Jumlah penduduk hidup di bawah garis kemiskinan, Jumlah akses penghubung yang memadai, Jumlah rumah tangga tanpa akses listrik, Jumlah angka kematian bayi, Jumlah balita dengan berat badan di bawah standar, Jumlah perempuan buta huruf, Jumlah rumah tangga tanpa akses ke air bersih dan Jumlah rumah tangga yang tinggal lebih dari 5KM dari fasilitas kesehatan. Setiap nilai indikator direpresentasikan menggunakan himpunan fuzzy trapesium, dengan parameter awal ditetapkan berdasarkan data awal yang telah diperoleh. Proses pencarian didasarkan pada konsep basisdata fuzzy model Tahani, berdasarkan pendekatan fuzzy query. Kata Kunci: fuzzy, database tahani, klasifikasi, kerawanan pangan 1. PENDAHULUAN Sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, pemenuhan kebutuhan pangan menjadi salah satu hak asasi yang harus dipenuhi secara bersama-sama oleh negara dan masyarakatnya. Hak atas pangan telah diakui secara formal oleh banyak negara di dunia, termasuk Indonesia yang menjadikan pangan sebagai komponen strategis dalam pembangunan nasional. Komitmen ini terdapat dalam Undang-undang No.7 tahun 1996 tentang pangan, yang mengamanatkan agar pemerintah bersama masyarakat mewujudkan ketahanan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Makna dari pangan pada penelitian ini mengacu pada Peta Ketahanan Pangan dan Kerentanan Pangan Indonesia yakni karbohidrat yang bersumber dari produksi pangan pokok serealia, yaitu padi, jagung dan umbi-umbian (ubi kayu dan ubi jalar). Dengan alasan karena porsi utama dari kebutuhan kalori harian berasal dari sumber