PERTEMUAN ISLAM DENGAN PERADABAN INDIA Oleh: Fitri Sari Setyorini 1 A. PENGANTAR Pengertian peradaban dibedakan cukup jelas oleh A. A. A. Fyzee, yakni dapat diartikan dalam hubungannya dengan kewarganegaraan karena kata tersebut diambil dari kata civies (Latin) atau civil (Inggris) yang berarti menjadi seorang warga negara berkemajuan. Dalam hal ini peradaban dapat diartikan dengan dua cara: pertama, proses menjadi berkeadaban, dan kedua, suatu masyarakat manusia yang sudah berkembang atau maju. Berdasarkan pengertian terakhir, suatu peradaban ditunjukkan dengan gejala-gejala lahir, misalnya memiliki kota-kota besar, masyarakat telah memiliki keahlian di bidang industri (pertanian, pertambangan, pembangunan, pengangkutan dan sebagainya), memiliki tertib politik dan kekuasaan, dan terdidik dengan kesenian yang indah-indah. 2 Tulisan ini membahas tentang bagaimana proses pertemuan Islam dengan peradaban India yang diawali dengan invasi politik oleh bangsa Arab pada masa Dinasti Umayyah hingga mengalami puncak kejayaannya pada rezim Mughal. Dalam menguraikan proses dan hasil interaksi Islam dengan peradaban India, penulis menggunakan acuan teori Scientific Revolution/ Shifting Paradigm dari Thomas Kuhn dengan menggunakan variabel-variabel yang sesuai terhadap realita yang ada berdasarkan sumber sejarah. 3 Teori ini mengemukakan bahwa suatu ilmu selalu 1 Alumni program Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, angkatan tahun 2012, Jurusan Agama dan Filsafat, konsentrasi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI). 2 Siti Maryam ed, Sejarah Peradaban Islam Dari Masa Klasik HIngga Modern (Yogyakarta: Lesfi, 2004), hlm. 8. 3 Buku The Structure of Scientific Revolution edisi pertama terdiri dari tigabelas bab. Secara keseluruhan penyampaian bab dalam buku ini disusun secara sistematis. Pada bagian kata pengantar, Kuhn menjelaskan asal-usul disusunnya buku ini dari perspektif autobiografi. Pada bab pertama membahas A Role for History, di dalamnya dijelaskan peran tentang sejarah dalam mengasah kembali pandangan tradisional 1