INPACT (INDUSTRIAL ENGINEERING PAPER AND ACTION) 1 Paper Recycle Automation … PAPER RECYCLE AUTOMATION SEBAGAI SOLUSI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS UMKM DAUR ULANG KERTAS Andrian Henry Santosa 1 , Lailiya Rohmana 2 , Andreas Haga Sebayang 3 Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya Jalan Sutorejo Tengah XI No. 34, Surabaya Abstrak— UMKM mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perekonomian di Indonesia. Namun, tidak semua dari UMKM memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai untuk meningkatkan produktivitas. Pada penelitian ini akan difokuskan pada UMKM yang memproduksi kertas daur ulang. UMKM mengggunakan cara tradisional yang membutuhkan suhu ruangan untuk mengeringkan kertas dan proses tersebut membutuhkan MLT 531 menit per batch. Oleh karena itu, pada paper ini akan didiskusikan mengenai bagaimana meningkatkan produktivitas dengan otomasi yang didasarkan pada perhitungan MLT, laju produksi, kapasitas produksi, analisis produktivitas, dan analisis kelayakan finansial. Setelah otomasi pada UMKM telah diimplementasikan, dapat meningkatkan produktivitas yang mencapai 30,32%. Sebagai tambahan, berdasarkan studi kelayakan finansial otomasi memiliki NPV Rp 24.367.756,46 lebih tinggi daripada cara tradisional yang memiliki NPV Rp 9.071.100,39 saja. Oleh karena itu, mesin daur ulang kertas sesuai dan memungkinkan untuk diimplementasikan sebagai solusi meningkatkan produktivitas. Keyword— kertas daur ulang, otomasi, produktivitas, studi kelayakan finansial. Abstract—Small and Medium Enterprises (SMEs) have numerous impacts to economical aspect in Indonesia. Unfortunetely, not all of them have propriate knowledges and technologies for elevated productivity. In this research will be focused on SME who involves in recycle papers. SMEs use conventional method that requires normal temperature for drying the papers and its processing takes MLT 531 minutes per batch. Hence, in this paper will be discussed how increased productivity by automation based on calculating MLT, production rate, production capacity, productivity analysis, and financial feasibility study. After automation in production of paper recycle SMEs has been implemented can raise their productivity up to 30.32%. In addition, based on financial feasibility study automation has NPV around Rp 24,367,756.46 higher than conventional method that has NPV RP 9,071,100.39 only. Thus, paper recycle automation machine is propriate and feasible to be implemented as solution to increased productivity. Keyword— Recycle paper, automation, productivity, financial feasibility study. I. PENDAHULUAN Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu roda penggerak ekonomi di Indonesia. UMKM memberikan keunggulan bagi sektor mikro yaitu menyerap jumlah tenaga kerja dalam kuantitas yang besar. Hal ini didasarkan pada survei BPS pada tahun 2012 yang ditampilkan pada website [1] terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja di bidang UMKM sebesar 18,96% selama lima tahun terakhir sejak tahun 2007. Keunggulan lain dari UMKM yaitu memberikan sumbangan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 9,9% pada tahun 2012. Melihat prospek bisnis UMKM yang mampu menunjang perekonomian Indonesia maka sejak tahun 2008 Pemerintah telah memperinci dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2008 tentang usaha mikro, kecil dan menengah. Sejak saat itu, berbagai Pemerintah Daerah mengatur kebijakan strategis mengenai UMKM di dalam rencana strategis jangka menengah dan panjang. Namun dalam berkembangan UMKM ditemukan berbagai kendala seperti kurang adanya standarisasi produk, ilmu pengetahuan dan penguasaaan teknologi yang kurang. Oleh karena itu, UMKM sering kali dihubungkan dengan penggunaan teknologi yang masih rendah atau belum menggunakan automation machines dalam proses produksi. Di samping itu, kondisi sosial, keamanan dan ekonomi Indonesia sekarang dihadapkan pada tantangan besar beberapa tahun kedepan dimana Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah siap diimplementasikan sejak tahun 2015 sehingga UMKM sebagai motor penggerak perekonomian sekarang menjadi sorotan. Salah satu UMKM yang memberikan berkontribusi dalam iklim bisnis di Indonesia yaitu UKM pembuatan kertas. Cakupan industri pembuatan kertas yang dibedakan berdasarkan bahan baku terdiri dari bahan baku kayu dan non-kayu. Seperti yang diketahui saat ini, pasokan bahan baku kayu semakin berkurang. Hal ini dipicu oleh kondisi hutan industry yang semakin berkurang dan kesadaran dunia akan eco-green industri dalam pembuatan kertas semakin tinggi. Oleh karena itu, beberapa dekade terakhir industri daur ulang kertas sukses menapaki industri pulp dan kertas dibandingkan dengan industri kertas berbahan baku kayu itu sendiri. Kebutuhan kertas nasional berdasarkan [2] pada saat ini mencapai 6 juta ton per tahun dengan komposisi 3 juta ton dipasok dari industri lokal dan sisanya berasal dari impor luar negeri. Kebutuhan komoditi pulp sendiri diperkirakan naik sebesar 4,98% per tahun dan untuk komoditi kertas meningkat dengan rata-rata 3,13% per tahun. Peluang permintaan pulp dan 1, 3 Mahasiswa, Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Jln. Sutorejo Tengah XI No 34 Surabaya 60113 INDONESIA (tlp: +6285649268668; +6286748827920 e-mail: andrian_henry@ymail.com; sandreashaga@gmail.com) 2 Mahasiswa, Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Keputih Gang 1B No 27AB Surabaya 60111 INDONESIA (tlp:+6285755494466 e-mail: lailiya70@gmail.com )