1 PENDAHULUAN Perencanaan pulang pasien (Discharge Planning) merupakan proses perencanaan yang sistematis yang dimulai pada saat pasien masuk sampai dengan saat siap meninggalkan rumah sakit. Perencanaan pulang dibuat harus berpusat pada masalah pasien yaitu meliputi pencegahan, upaya teraupetik dan rehabilitatif serta asuhan keperawatan yang keperawatan 1,2 . Perencanaan pulang bertujuan untuk menyiapkan pasien dan keluarga agar dapat memahami penyakit serta tindakan keperawatan yang harus dilakukan di rumah; menjelaskan kebutuhan pasien serta lingkungan yang aman bagi pasien serta meyakinkan bahwa rujukan yang diperlukan untuk perawatan selanjutnya (Swansburg, 2000; Potter & Perry, 2005). Jika perencanaan pulang tidak dilakukan dalam waktu 24 - 48 jam sebelum dipulangkan, kemungkinan pasien berpotensi akan mengalami kekambuhan dan datang kembali ke rumah sakit untuk keluhan atau masalah kesehatan yang sama 31 . Pengaruh Pelatihan Terhadap Kemampuan Perawat Pelaksana Melakukan Perencanaan Pulang Pasien Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Dr.M.Djamil Padang Tahun 2012 Lina Febrianti Pembimbing: Prof. Achir Yani, S. Hamid, MN, DN.Sc & Vetty Priscilla, M.Kep, Sp. Mat, MPH Abstrak Perencanaan pulang pasien merupakan proses perencanaan yang sistematis yang dimulai pada saat pasien masuk sampai dengan saat siap meninggalkan rumah sakit. Belum optimal kegiatan ini dilakukan di RSUP Dr. M.Djamil dapat mempengaruhi lama rawatan, pengunaan tempat tidur, kepuasan pasien. Tujuan umun dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap kemampuan perawat pelaksana melakukan perencanaan pulang pasien DM Penelitian ini bersifat analitik quasi ekperimental dengan pre-post test with control group desain. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan yang bermakna pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan (p<0,05). Adanya perbedaan pengetahuan yang bermakna antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol sesudah pelatihan (p<0,05). Untuk sikap dan tindakan tidak perbedaan yang bermakna baik sebelum dan sesudah pelatihan pada kelompok intervensi maupun antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sesudah pelatihan.Tidak adanya konstribusi karakteristik perawat dan kebijakan organisasi terhadap pelatihan perencanaan pulang pasien DM.Untuk meningkatkan kemampuan perawat melakukan perencanan pulang perlu adanya kebijakan organisasi, fasilitas yang mendukung, adanya pelatihan dan pendidikan. Motivasi , supervisi dan evaluasi dari manajer secara berkala.Penelitian dengan action research dapat dilakukan untuk mengukur tindakan perawat. Kata Kunci: pelatihan, kemampuan perawat, perencanaan pulang pasien, Diabetes Melitus