1 Vol. 20 No. 1 April 2013 Ekaputri, Triwulan. Abstrak Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton geopolimer sangat bergantung pada sifat material pozolan dan larutan aktivator yang digunakan pada campuran pastanya. Dalam paper ini disampaikan beberapa cara untuk memanfaatkan Lumpur Sidoarjo (Lusi) dan trass sebagai material substitusi fly ash di dalam campu- ran pasta untuk dianalisa sifat mekaniknya. Larutan NaOH yang dicampur dengan Na 2 SiO 3 digunakan sebagai aktivator yang konsentrasinya divariasikan dari 8M sampai 14M. Perbandingan berat Na 2 SiO 3 terhadap berat larutan NaOH juga bervariasi dari 0.5 sampai 2.5. Tes kuat tekan, tes belah dan tes porositas dilakukan untuk membandingkan setiap benda uji dari komposisi yang berbeda. Hasil studi menunjukkan bahwa kuat tekan beton dipengaruhi oleh konsentrasi NaOH, perbandingan Na 2 SiO 3 terhadap larutan NaOH dan penyusun material dasar bindernya. Kata-kata Kunci: Beton geopolimer, fly ash, trass, Lumpur Sidoarjo. Abstract Some previous studies showed that the compressive strength of geopolymer concrete was dependent on pozzolanic materials used and the concentration of activator solution in the mixture. The effort to use Sidoarjo Mud and trass as an additive material in the mixture was investigated in this study to analyze the mechanical properties of the concrete. NaOH solution mixed with Na 2 SiO 3 was used as the activator solution varied from 8 M to 14 M. Ratio of Na 2 SiO 3 to NaOH solution by mass were also varied from 0.5 to 2.5 Trass and Sidoarjo Mud were intro- duced as fly ash substitution in the mixture. Compressive strength test of cylindrical specimens, splitting test and porosity test were carried out comprehensively to compare the specimens from each composition. The results showed that the strength of geopolymer concrete was influenced by the concentration of NaOH solution and the ratio of Na 2 SiO 3 to NaOH in the alkali solution and the composition of the binder. Keywords: Geopolymer concrete, fly ash, trass, Sidoarjo Mud. Sodium sebagai Aktivator Fly Ash, Trass dan Lumpur Sidoarjo dalam Beton Geopolimer Januarti Jaya Ekaputri Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Intitut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya 60111, Email: januarti_je@yahoo.com Triwulan Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Intitut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya 60111, Email: triwulan_marwan@yahoo.com ISSN 0853-2982 Jurnal Teoretis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Jurnal Teoretis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil 1. Pendahuluan Saat ini, pengurangan penggunaan jumlah semen port- land harus menjadi prioritas para praktisi dan produsen semen. Beton geopolimer mulai diperkenalkan sebagai beton ramah lingkungan sebagai solusi beton inovasi untuk mengurangi emisi CO2 akibat penggunaan semen portland. Material dasar pembentuk pasta geo- polimer adalah sumber pozolan baik dari alam maupun pozolan buatan. Material yang bersifat pozolan mengandung silika dan alumina dapat digunakan sebagai binder (pengikat). Diantaranya adalah fly ash, metakaolin dan abu sekam atau material vulkanik (Davidovits, 2008). Fly ash kelas F, salah satu material dasar yang paling banyak digunakan, didapatkan dari sisa pembakaran batu bara. Beton geopolimer berba- han dasar fly ash terbentuk dari reaksi polimerisasi akibat reaksi alkali-aluminosilikat yang menghasilkan material kuat berstruktur seperti zeolit (Davidovits, 2005). Dalam campurannya, sumber silika dan alumi- na direaksikan dengan larutan alkali sebagai aktiva- tornya. Untuk itu, diperlukan komposisi aktivator yang tepat sehingga bisa membentuk pasta geopolimer untuk mengikat agregat menjadi beton geopolimer. Aktivator yang umumnya digunakan adalah campuran Na2SiO3 dan NaOH dengan konsentrasi 8M sampai 14M. Perbandingan antara Na2SiO3 dan NaOH bisa diambil antara 0.4 sampai 2.5 (Hardjito et al., 2004).