DOI: http://dx.doi.org/10.19105/karsa.v23i1.606 PENGARUH BUDAYA PATRIARKI TERHADAP PEMAHAMAN AGAMA DAN PEMBENTUKAN BUDAYA Nina Nurmila Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Jl. AH. Nasution No. 105 Cibiru Bandung 40614 e-mail: ninanurmila@yahoo.com Abstrak: Patriarki merupakan sebuah sistem yang menempatkan laki-laki dewasa pada posisi sentral atau yang terpenting, sementara yang lainnya seperti istri dan anak diposisikan sesuai kepentingan the patriarch (laki-laki dewasa tersebut). Dalam sistem patriarki, perempuan diposisikan sebagai istri yang bertugas men- dampingi, melengkapi, menghibur, dan melayani suami (the patriarch), sementara anak diposisikan sebagai generasi penerus dan penghibur ayahnya. Sistem ini berpengaruh terhadap pemahaman agama, dalam hal ini ajaran Islam. Mema- hami agama dengan lensa patriarki dapat melahirkan budaya patriarki yang memosisikan perempuan harus selalu dan senantiasa di bawah laki-laki dan laki- laki harus selalu dan senantiasa berada di atas perempuan, yaitu dalam posisi memimpin, mengatur, dan mengusai, terlepas apakah laki-laki tersebut mampu dan memenuhi syarat atau tidak. Pemahaman agama dengan lensa ini melahirkan ketidakadilan relasi antara laki-laki dan perempuan, padahal Islam diyakini sebagai agama yang menjunjung tinggi nilai kesetaraan dan keadilan, bahkan menentang patriarki. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman baru terhadap agama dengan menggunakan perspektif keadilan gender, bukan patriarki. Abstract: Patriarchy is a system that put adult men in central and important position, while others such as women and children are positioned in relation to the interest of the patriarch (adult man). Within patriarchal system, women are positioned as wives whose job is to accompany, complement, entertain and serve the patriarch, while children are positioned as the next generation and entertainer of their father. This system affects the interpretation of religion, in this case Islam. Understanding religion by using patriarchal lenses can produce patriarchal culture which position women as always subordinate to men and that men as always superior to women, such as that men are leaders of women who manage and decide womenâs affairs regardless of whether or not the men are capable or fulfilling the requirements of being leader. This religious understanding by using patriarchal lenses causes gender injustice between men and women, which contradicts Islam, as a religion which supports equality and justice and argues against patriarchy. Therefore, new religious understanding by using equal gender perspective, not patriarchal perspective, is needed. Kata Kunci: Patriarki, gender, budaya, pemahaman agama, keadilan