IMPLEMENTASI KONSEP HOMOGENOUS DISTRIBUTED DATABASE SYSTEM ORACLE XE 10g PADA PROTOTYPE SISTEM INFORMASI BMT M. Didik R. Wahyudi 1) Sigit Nugroho 2) 1) 2) Teknik Informatika FST UIN Sunan Kalijaga Email : m.didik@uin-suka.ac.id ABSTRACT Oracle is one of the DBMS and one version is Oracle 10g XE is licensed free of charge. Oracle 10g XE has limited data storage capacity of 4 GB. Limitations of the storage capacity can be increased by using the concept of homogenous Distributed Database System. Homogenous Distributed Database System Concepts is a distributed database system that involves a lot of the same DBMS in building a database in an information system. Topology distributed database that will be used is partialy Connected Network. The hope, the limited data storage capacity can be increased with the concept of homogenous Distributed Database System. This concept will be simulated in a BMT saving and loan Information System Key word: database, distributed databases, Homogenous Distributed Database System, Partially Connected Network, the system of BMT saving and loan information INTISARI Oracle merupakan salah satu DBMS dan salah satu versinya adalah Oracle XE 10g yang berlisensi gratis. Oracle XE 10g memiliki keterbatasan kapasitas penyimpanan data yaitu 4 GB. Keterbatasan kapasitas penyimpanan tersebut dapat ditingkatkan dengan menggunakan konsep Homogenous Distributed Database System. Konsep Homogenous Distributed Database System merupakan suatu sistem basis data terdistribusi yang melibatkan banyak DBMS yang sama dalam membangun suatu basis data dalam suatu sistem informasi. Topologi basis data terdistribusi yang akan dipergunakan adalah Partialy Connected Network. Harapannya, kapasitas penyimpanan data yang terbatas dapat ditingkatkan dengan konsep Homogenous Distributed Database System. Konsep ini akan disimulasikan dalam sebuah sistem informasi simpan pinjam BMT. Kata Kunci: Basis data, Basis data terdistribusi, Homogenous Distributed Database System, Partialy Connected Network, Sistem Informasi Simpan Pinjam BMT PENDAHULUAN Dengan semakin majunya teknologi informasi, dalam hal ini adalah teknologi basis data dan jaringan komputer, membuat suatu organisasi semakin mudah untuk lebih meningkatkan produktifitas kerjanya. Khususnya bagi organisasi yang mempunyai cabang - cabang yang tersebar di beberapa tempat, kendala jarak dan waktu bisa teratasi. pengembangan sistem basis data adalah suatu keinginan untuk menyatukan data operasional dari suatu organisasi dan pengaksesan data yang terkontrol. Integrasi data dan kontrol data telah diimplementasikan pada bentuk data tersentralisasi, Akan tetapi sistem basis data tersentralisasi mempunyai beberapa kelemahan, seperti putusnya koneksi antara komputer cabang (client database) dengan server basis data utama, akibat putusnya koneksi jaringan komputer. Atau ketika server basis data utama sedang down, masalah yang akan timbul adalah ketidaktersediaan data untuk beberapa waktu. Desain sistem basis data tersentralisasi juga mempunyai kelemahan lain seperti proses query dari semua client yang dibebankan pada satu server. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah-masalah tersebut adalah dengan mengimplementasikan desain sistem basis data terdistribusi. Sistem ini mendistribusikan keseluruhan atau sebagian data ke beberapa server basis data. Basis data terdistribusi memiliki dua metode, yaitu: Homogenous Distributed