The Air Flow Analysis of Coffee Plantation Based on the Initial Velocity of Air and Crops Planting Pattern of the Triangular Grid Graphs by Using Finite Volume Method Ahmad Syaiful Rizal, Dafik, Arif Fatahillah CGANT- University of Jember Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember e-mail: asr.syaiful@gmail.com, d.dafik@gmail.com Abstrak Tanaman Kopi adalah salah satu komoditi ekspor utama Indonesia. Ber- dasarkan data dari tahun 2013, Indonesia menempati peringkat empat be- sar sebagai pengekspor biji kopi di dunia setelah Columbia, Vietnam, dan Brasil. Perluasan lahan tanaman kopi telah dilakukan untuk meningkatkan produktifitas biji kopi, namun masih belum efektif. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktifitas biji kopi adalah pola tanam. Pola tanam yang baik akan mengakibatkan sirkulasi udara yang baik dan akhirnya mempen- garuhi produktifitas biji kopi. Kami akan menggunakan metode volume hingga untuk menganalisis aliran udara dari penanaman kopi berdasarkan kecepatan awal udara dan pola tanam graf tangga segitiga. Proses simulasi dilakukan menggunakan software MATLAB dan FLUENT. Hasil analisis menunjukan bahwa pola tanam graf tangga segitiga mengakibatkan proses sirkulasi udara yang lebih baik pada penanaman kopi.. Kata Kunci : Graf Tangga Segitiga, Kecepatan Awal Udara, Metode Vol- ume Hingga, Sirkulasi Udara, Tanaman Kopi. Pendahuluan Kopi merupakan salah satu minuman yang telah dikenal banyak orang. Kopi dikenal bukan hanya dikalangan masyarakat di Indonesia melainkan di dunia. Kopi memiliki aroma yang khas, cita rasa yang unik dan nikmat, serta memiliki berbagai manfaat yang dapat menyegarkan badan. Hal itulah yang membuat kopi berbeda dari minuman lainnya. Aroma yang khas dan cita rasa yang unik dan nikmat hanya dihasilkan dan ditentukan dari biji kopi yang memi- liki kualitas dan pengolahan yang baik, sehingga para konsumen tertarik untuk menikmatinya sebagai minuman penyegar dan penghangat badan. Kopi menjadi sumber devisa negara dari subsektor perke- bunan yaitu urutan kedua setelah karet berdasarkan Badan Pendidikan, Latihan dan Penyu- luhan Pertanian[1]. Menurut data dari Ditjendbun tahun 2011 produksi kopi sangat mempunyai keterkaitan dengan luas areal pertanaman kopi. Luas areal perkebunan kopi rakyat pada tahun 2010 seluas 1.219.802 ha dengan produksi 655.399 ton dan tahun 2011 menjadi 1.254.921 ha dengan produksi 679.366 ton. Akan tetapi terjadi penurunan produksi tanaman kopi yang tidak sesuai