Mozaik
Vol 14 (1): 101-118
© Penulis (2014)
Representasi Peran Jender dalam Cerita-Cerita Karya Penulis
Anak Indonesia Seri Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK)
(Representation of Gender Roles in Stories Written by
Indonesian Children Writers in KKPK Series)
Titien Diah Soelistyarini
Departemen Sastra Inggris, Universitas Airlangga
Jalan Dharmawangsa Dalam, Surabaya
Tel.: +62 (031) 5033080
Surel: titien.soelistyarini@ib.unair.ac.id
Abstrak
Dalam beberapa tahun terakhir, sastra anak Indonesia muncul kembali dengan diterbitkannya
serangkaian karya yang didedikasikan khusus untuk pembaca muda. Dalam beberapa hal, publikasi
ini istimewa karena karya-karya yang umumnya dikenal sebagai seri KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya)
ditulis oleh anak-anak mulai dari usia 7 sampai 12 tahun. Oleh karena sebagian besar penulis ini
anak perempuan, tidak terlalu mengejutkan apabila anak perempuan digambarkan sebagai karakter
utama di sebagian besar cerita. Objek penelitian ini adalah 40 cerita yang ditulis oleh anak-anak yang
karyanya diterbitkan dalam seri KKPK oleh DAR! Mizan 2010-2012. Penelitian ini mengungkap praktik
jender sebagai konstruksi sosial dan representasi budaya dalam sastra anak. Meskipun para penulis
anak ini dianggap sebagai generasi abad ke-21, mereka tampaknya belum lepas dari ideologi patriarki
yang mempromosikan peran jender tradisional yang mendeinisikan laki-laki lebih unggul daripada
perempuan. Analisis tentang peran agen sosialisasi jender yang meliputi orangtua, masyarakat,
dan media menunjukkan bahwa mereka memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam membentuk
persepsi jender pada anak-anak. Oleh karena itu, representasi jender dalam karya anak-anak ini
berperan serta dalam mereproduksi dan melegitimasi peran jender tradisional yang mencerminkan
pandangan masyarakatnya. Lebih jauh bisa dikatakan bahwa representasi tersebut juga berperan
dalam membentuk sikap dan persepsi mengenai perilaku jender yang tepat dalam masyarakat tempat
mereka tumbuh.
Kata kunci: ideologi patriarki, peran jender, sastra anak, stereotip jender
Abstract
In recent years, Indonesian children’s literature has been brought back to life with the publication of
series of works dedicated especially for young readers. To some extent, these publications are special
since the works which are commonly known as KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya) series are written by
children ranging from the age of 7 to 12.. This study was conducted on 40 stories written by children
writers who have their works published in KKPK series by DAR! Mizan from 2010 to 2012. This study
revealed gender practice as social construction and cultural representation, including in children’s
literature. Even though these children writers are considered as the 21st century generation, they still
seem unable to break from the patriarchal ideology deining men more superior than women. The
analysis on the role of gender socializing agents that include parents, society and the media showed
that they had a very strong inluence in shaping gender perception on children. Therefore, gender
representation in these children’s works eventually had a share in reproducing and legitimizing
traditional gender roles relecting the view of its society. More or less, this also plays a role in shaping
these children’s attitudes and perception of gender-appropriate behavior in the society.
Keywords: children’s literature, patriarchal ideology, gender roles, gender stereotype
PENDAHULUAN
Kajian tentang sastra anak belum berkembang secara luas di Indonesia karena masih
banyak yang memandang sebelah mata keberadaannya. Sastra anak pun dianggap
tidak perlu dikaji secara serius. Hal ini terlihat dari masih terbatasnya publikasi