1 Penerapan Micromotion Study dalam Analisis Produktivitas Desain Peralatan Kerja Cetak Saring Yanuar Herlambang 1 , Andar Bagus Sriwarno, Muh. Ihsan DRSAS Institut Teknologi Bandung, Indonesia e-mail: herlambangyanuar@yahoo.com Abstrak: Industri cetak saring termasuk kedalam kategori Industri Kecil Menengah (IKM) yang menggunakan teknologi cetak sederhana, industri ini memiliki banyak keterbatasan yang berimbas kepada rendahnya produktivitas. Dalam proses pencetakan multi-warna terdapat ketergantungan yang tinggi terhadap kemampuan operator terutama saat proses set-up dan cetak sehingga pekerjaan menjadi tidak efektif dan tidak efisien. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Motion Study dengan teknik pengumpulan data Micromotion Study yang berbasis video guna menghasilkan tabel tingkat produktivitas dari desain peralatan kerja lama sebagai pertimbangan dalam pengembangan desain usulan yang baru. Ruang lingkup penelitian adalah tingkat produktivitas dari segi efisiensi ruang, proses set-up, proses cetak, dan simulasi produksi multi-warna. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa desain Meja Panjang memiliki keunggulan pada kesederhanaan dan visibilitas sistem kerja seperti pada proses penggantian multi-skrin dan proses trouble shooting, akan tetapi memiliki kekurangan seperti rendahnya efisiensi penggunaan ruang, efisiensi jarak transportasi, dan efisiensi waktu set-up, sehingga dapat menghambat proses naik cetak warna berikutnya bahkan proses produksi secara keseluruhan. Kata kunci: cetak multi-warna, ikm, micromotion, motion study, produktivitas, set-up 1. Pendahuluan Teknik cetak saring di Indonesia pada perkembangannya sudah banyak digunakan oleh masyarakat luas (Bandi, 2004) termasuk berbagai industri kreatif seperti industri fesyen, penerbitan dan percetakan, periklanan, kriya, dan desain. Adapun jenis produk yang dapat menerapkan reproduksi gambar atau tulisan menggunakan teknik cetak saring adalah sangat beragam, beberapa diantaranya seperti di industri fesyen terdapat produk: kaos; topi; tas kasual, di industri penerbitan dan percetakan terdapat produk: cover buku; kartu undangan; stiker, di industri periklanan terdapat produk: poster; spanduk, di industri kriya terdapat produk: keramik; gelas; kayu, di industri desain terdapat produk: kemasan produk; interior; grafis produk, dan beberapa produk lainnya. Sebagai teknik cetak yang sederhana dan murah teknik cetak saring ini cocok digunakan oleh kalangan industri kecil menengah (IKM) yang pada umumnya memiliki banyak keterbatasan. Beberapa keterbatasan atau kendala umum IKM yang diidentifikasi oleh Badan Pusat Statistik (2003) diantaranya seperti penguasaan teknik produksi atau teknologi yang konvensional/sederhana, rendahnya kemampuan finansial/permodalan, rendahnya penerapan manajemen yang baik, keterbatasan sumber daya manusia