Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 2013 Semirata 2013 FMIPA Unila |455 PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATERI TRIGONOMETRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIFITAS SISWA KELAS X2 SMAN 1 KOTA BENGKULU Rusdi, Della Maulidiya, Edi Susanto Pendidikan Matematika Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Bengkulu Abstrak. Kecenderungan siswa hanya menghafal rumus-rumus dalam pembelajaran trigonometri merupakan salah satu penyebab rendahnya hasil belajar siswa pada materi tersebut. Guru juga kurang melibatkan siswa dalam pengamatan, penyelidikan dan keterkaitannya dengan fenomena fisik maupun sosial. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar siswa adalah pembelajaran inkuiri. Hasil penelitian pada materi trigonometri di kelas X2 SMA Negeri 1 Kota Bengkulu menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran inkuiri perlu dilengkapi dengan lembar kerja siswa dibuat dengan jelas, bertahap sesuai langkah inkuri, aktivitas siswa lebih rinci serta tabel penyajian data yang ditampilkan dengan runtun. Pembentukan kelompok juga perlu dipertimbangkan dalam bentuk kelompok kecil terdiri dari 2 - 3 orang tiap kelompok di mana siswa diarahkan untuk menggunakan langkah inkuiri dalam menyelesaikan permasalahan dan mengkontruksi informasi-informasi yang diberikan dalam masalah. Proses demikian dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa di mana keaktifan siswa setiap siklus mengalami peningkatan yaitu dari cukup aktif menjadi aktif. Demikian pula ketuntasan belajar siswa meningkat tiap siklus I sebesar 63,89 %, meningkat menjadi 83,33 %, dan mencapai 97,22% pada siklus III. Kata kunci : pembelajaran inkuiri, hasil belajar, keaktifan belajar, trigonometri. PENDAHULUAN Schoenfeld (Uno, 2007: 130) berpendapat bahwa belajar matematika berkaitan dengan apa dan bagaimana menggunakannya dalam membuat keputusan untuk memecahkan masalah. Pembelajaran matematika yang melibatkan siswa untuk melakukan pengamatan, penyelidikan dan keterkaitan matematika dengan fenomena fisik dan sosial diharapkan akan menghasilkan pembelajaran yang bermakna. Hal ini menjadi penting dipertimbangkan karena kesulitan belajar matematika bukan semata-mata karena materi, tetapi juga disebabkan pengelolaan pelajaran matematika yang kurang efektif. Pembelajaran matematika yang baik terjadi jika proses pembelajaran matematika di kelas berhasil membelajarkan siswa, baik dalam berpikir secara logis, sikap maupun keterampilan. Keberhasilan pembelajaran dapat dicapai jika guru dapat meningkatkan kualitas pengajaran baik dari segi proses maupun hasil belajar. Hasil wawancara peneliti dengan guru bidang studi matematika dan siswa SMA Negeri 1 Kota Bengkulu menunjukkan bahwa salah satu materi yang dianggap sulit dipahami siswa adalah trigonometri karena banyak menggunakan konsep matematika yang tidak nyata. Misalnya dalam segitiga adanya perbandingan nilai sinus, cosinus, tangen suatu sudut dan aturan sinus serta aturan kosinus. Pada pokok bahasan trigonometri siswa cenderung hanya menghafal rumus dan kurang termotivasi untuk memahami konsep trigonometri. Sebagian siswa masih belum mampu untuk menyelesaikan