JURNAL PSIKOLOGI VOLUME 42, NO. 2, AGUSTUS 2015: 173 ā 185 JURNAL PSIKOLOGI 173 Psychological Distance terhadap Wise Reasoning pada Mahasiswa Wawan Kurniawan 1 , Lukman, Nurfitriani Fakhri Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar Abstract. Wisdom in an individual indicates a quality appearing naturally from integrated relationship of his existing traits. One of theories used in valuating wisdom is wise reasoning. It has six aspects that are analysis based on participantsā responses to social dilemma. These aspects are perspective, change, flexibility, uncertainty or knowledge limit, compromise and conflict resolution. Wise reasoning can be affected by psychological distance (immersed and distance). The formulations of subject of this research are as follows; (1) Are there different wise reasoning in an individual doing self-immersion and one using self-distance? (2) Are there differences in wise reasoning between an individual having experienced a certain case and one having not experienced the same case? and (3) Are there differences in wise reasoning in an individual with a certain case and without the same case by using self-immersed and self-distance? The subjects of this research were 60 students from the State University of Makassar. The design used in this research was true experimental and randomized posttest only control group design. The results proved that psychological distance (immersed and distance) do not significantly contribute to wise reasoning. Keywords: wise reasoning, psychological distance, students, experience Abstrak. Keberadaan kebijaksanaan pada individu merupakan kualitas individu yang secara khas muncul dari hubungan integratif antara sejumlah karakter yang ada. Salah satu teori yang digunakan dalam menilai kebijaksanaan adalah wise reasoning. Wise Reasoning memiliki enam aspek yang dianalisis dari respon partisipan terhadap dilema sosial. Komponen-komponen tersebut adalah, perspektif, perubahan, fleksibel, ketidak- pastian atau batas-batas pengetahuan, kompromi dan resolusi konflik. Wise reasoning dapat dipengaruhi oleh psychological distance (immersed and distance) Rumusan masalah penelitian ini adalah; (1) Apakah terdapat perbedaan wise reasoning pada individu yang melakukan self immersed dan individu yang menggunakan self distance? (2) Apakah terdapat perbedaan wise reasoning pada individu yang pernah mengalami kasus atau yang belum pernah mengalami kasus yang sama? dan (3) Apakah terdapat perbedaan wise reasoning pada individu dengan kasus yang dialami dan belum pernah dialami dengan menggunakan self immersed dan self distance? Subjek penelitian ini sebanyak 60 mahasiswa Universitas Negeri Makassar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah true experimental (eksperimen murni) dengan desain penelitian randomized posttest only control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological distance (immersed and distance) tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap wise reasoning. Kata kunci: wise reasoning, psychological distance, mahasiswa, pengalaman 1) Korespondensi mengenai artikel ini dapat dilakukan melalui: wawan.kurniawan1992@gmail.com