BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Genetika tanaman adalah suatu ilmu pengetahuan mengenai sifat - sifat genetik suatu tanaman dan perwujudan hasil dari persilangan suatu gen tanaman yang mencakup kegiatan seperti pengembangan varietas, persilangan dan peningkatan mutu tanaman yang diinginkan dengan melakukan pewarisan sifat campuran. Dalam genetika tanaman dikenal istilah teori pewarisan sifat. Teori pewarisan sifat dirumuskan oleh Mendel dai rangkai percobaan yang dilakukan yang berawal dari kemauan dan kemampuan dalam mempersiapkan bahan-bahan untuk melakukan persilangan tersebut. Tumbuhan atau tanaman merupakan salah satu penopang hidup manusia yang sangat penting. Di samping itu, tumbuhan juga memiliki peranan yang sangat penting untuk perkembangan mahluk hidup. Setiap tumbuhan memiliki akar, batang dan daun (baik itu sejati maupun tidak). Masing – masing memiliki fungsi utama dalam pertumbuhan sebuah tumbuhan, dari setiap bagian itu memiliki fungsi yang saling berkesinambungan satu dengan lainnya. Hukum mendel satu adalah perkawinan dua tetua yang mempumyai satu sifat beda (monohibrid). Setiap individu yang berkembangbiak secara seksual terbentuk dari peleburan dua gamet yang berasal dari induknya. Berdasarkan hipotesis mendel setiap sifat/ karakter ditentukan oleh gen (sepasang alel). Hukum mendel satu berlaku pada waktu gametogenesis F1 X F1 itu memiliki genotipe heterozigot. Dalam perestiwa meiosis, gen sealael akan terpisah, masing-masing akan membentuk gamet. Waktu terjadi penyerbukan sendiri (F1 X F1) dan pada proses fertilisasi gamet-gamet yang mengandung gen itu akan melebur secara acak dan terdapat empat macam peleburan atau perkawinan. (penuntun praktikum, 2014) Hukum Mendel I dikenal sebagai hukum Segregasi. Selama proses meiosis berlangsung, pasangan-pasangan kromosom homolog saling berpisah dan tidak berpasangan lagi. Setiap set kromosom itu terkandung di dalam satu sel gamet. Proses 1