Riptek, Vol.3, No.2, Tahun 2009, Hal.: 11 - 20 *) Staf Pengajar Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro PENYUSUNAN INSTRUMEN MONITORING DAN EVALUASI MANFAAT PROGRAM PEMBANGUNAN DI KOTA SEMARANG Mohammad Muktiali *) Abstrak Sejak dilangsungkannya otonomi daerah di Indonesia, maka pemerintah daerah kabupaten/ kota diberikan keleluasaan untuk melaksanakan pembangunan di daerahnya masing–masing. Dalam upaya pelaksanaan pembangunan di Kota Semarang, pemerintah Kota Semarang telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2005-2010 yang merupakan penjabaran dari visi, misi dan program Walikota Semarang yang akan dilaksanakan dan ingin diwujudkan dalam suatu periode masa jabatan. RPJM Daerah Kota Semarang Tahun 2005 – 2010 dalam penyusunannya berpedoman pada RPJP Daerah Kota Semarang Tahun 2005 – 2025 serta memperhatikan RPJM Nasional dan RPJM Propinsi Jawa Tengah. Pelaksanaaan program-program pembangunan Kota Semarang kini telah memasuki tahun keempat. Hingga pada tahun keempat ini sudah banyak program pembangunan yang dilaksanakan. Dengan demikian, untuk melihat tingkat keberhasilan dan ketercapaian tujuan program, perlu kiranya dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap manfaat program-program pembangunan Kota Semarang. Dalam upaya mendorong sistem monitoring dan evaluasi yang efektif terhadap program/kegiatan pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang, diperlukan adanya instrumen monitoring dan evaluasi manfaat program pembangunan. Kata kunci : instrumen, monitoring dan evaluasi, manfaat program. Latar Belakang Sejak dilangsungkannya otonomi daerah di Indonesia, maka pemerintah daerah kabupaten/ kota diberikan keleluasaan untuk melaksanakan pembangunan di daerahnya masing–masing. Dalam upaya pelaksanaan pembangunan di Kota Semarang, pemerintah Kota Semarang telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2005-2010 yang merupakan penjabaran dari visi, misi dan program Walikota Semarang yang akan dilaksanakan dan ingin diwujudkan dalam suatu periode masa jabatan. RPJM Daerah Kota Semarang Tahun 2005 – 2010 dalam penyusunannya berpedoman pada RPJP Daerah Kota Semarang Tahun 2005 – 2025 serta memperhatikan RPJM Nasional dan RPJM Propinsi. Di samping itu, RPJM Daerah Kota Semarang Tahun 2005 – 2010 disusun dengan memperhatikan sumber daya dan potensi yang dimiliki, faktor-faktor keberhasilan, evaluasi pembangunan 5 (lima) tahun yang lalu serta isu-isu strategis yang berkembang. Pelaksanaaan program - program pembangunan Kota Semarang kini telah memasuki tahun keempat. Hingga pada tahun keempat ini sudah banyak program pembangunan yang dilaksanakan. Namun demikian, untuk melihat tingkat keberhasilan dan ketercapaian tujuan program, perlu kiranya dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap manfaat program-program pembangunan Kota Semarang. Dalam upaya mendorong sistem monitoring dan evaluasi yang efektif terhadap program/kegiatan pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang, diperlukan instrumen monitoring dan evaluasi manfaat program pembangunan. Untuk itulah penelitian ini dilakukan dengan harapan akan menghasilkan instrumen monitoring dan evaluasi manfaat program pembangunan di Kota Semarang sebagai sebuah langkah awal untuk dapat dilakukannya kegiatan monitoring dan evaluasi yang lebih efektif. Penyusunan instrumen akan menghasilkan satu perangkat instrumen yang lengkap dan menyeluruh mencakup aspek-aspek yang akan dimonitor dan dievaluasi (Pedoman Monev Dit. PTK- PNF, 2009). Adanya instrumen tersebut diharapkan dapat membantu semua pihak guna memperoleh informasi terkait manfaat yang dihasilkan dari program pembangunan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perumusan Masalah Adanya kebijakan otonomi daerah di Indonesia menjadikan setiap daerah kabupaten/ kota untuk melaksanakan pembangunan di daerahnya masing–masing.