Jurnal Medika Veterinaria Vol. 9 No. 1, Februari 2015 ISSN : 0853-1943 60 ANALISIS PROKSIMAT KADAR LEMAK IKAN NILA YANG DIBERI SUPLEMENTASI DAUN JALOH YANG DIKOMBINASI DENGAN KROMIUM DALAM PAKAN SETELAH PEMAPARAN STRES PANAS Proximate Analysis of Fat Content on Tilapia Fish Suplemented with Willow Leaf Combinated with Chromium in Feed after Exposured of Heat Stress M. Isa 1 , Rinidar 2 , Tia Zalia Btb 3 , Abdul Harris 2 , Sugito 4 , dan Herrialfian 1 1 Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh 2 Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh 3 Program Studi Pendidikan Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, BandaAceh 4 Laboratorium Klinik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh E-mail: thya_zalia28@yahoo.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar proksimat lemak pada ikan nila yang diberi suplemen tepung daun jaloh yang dikombinasi kromium dan dipapar stres panas. Sebanyak 30 ekor ikan nila dengan panjang 1,3-1,5 cm, dibagi menjadi enam perlakuan dengan lima kali ulangan yang terdiri atas pakan komersil pada suhu 29±1° C (P1S1), pakan komersil yang dikombinasi tepung daun jaloh pada suhu 29±1° C (P2S1), pakan komersil yang dikombinasi tepung daun jaloh dan kromium suhu pada 29±1° C (P3S1), pakan komersil pada suhu 35±1°C (P1S2), pakan komersil yang dikombinasi tepung daun jaloh pada suhu 35±1° C (P2S2), dan pakan komersil yang dikombinasi tepung daun jaloh dan kromium pada suhu 35±1° C (P3S2). Setelah 15 hari, dihitung kadar proksimat lemak menggunakan metode Soxhlet dan Folsch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan kadar proksimat lemak menurun. Berdasarkan uji statistik rancangan acak lengkap faktorial menunjukkan adanya pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) oleh suhu dan pakan serta interaksi suhu dengan pakan juga berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar proksimat lemak. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pakan komersil yang dikombinasikan daun jaloh dengan kromium dapat menurunkan kadar proksimat lemak ikan nila yang terpapar stres panas. ____________________________________________________________________________________________________________________ Kata kunci: proksimat lemak, daun jaloh, kromium, ikan nila ABSTRACT This study was aimed to determine the proximate levels of fat in tilapia fish exposed to heat stress and supplemented with the combination of willow leaf powder and chromium in feed. A total of 30 tilapia fish with 1.3-1.5 cm long, were placed in 6 treatment group with 5 repeating they werecommercial feed at temperature 29±1° C (P1S1), commercial feed combine with willow leaf at temperature 29±1° C (P2S1), commercial feed combinated with willow leaf and chromium at temperature 29±1° C (P3S1), commercial feed at temperature 35±1° C (P1S2), commercial feed combine with willow leaf jaloh at temperature 35±1° C (P2S2), commercial feed combine with willow leaf and chromium at temperature 35±1° C (P3S2). After 15 days, proximate levels of fat were calculated using Soxhlet and folsch methods. The results showed that the mean of proximate levels of fat decrease. Based on statistical test of factorial completely random design it was showed that there was a significant interaction (P<0.01) between temperature and feed and the interaction between food and temperature was affected very significantly (P<0.01) on the proximate level of tilapia fish fat. In conclusion, the combined commercial feed jaloh leaves with chromium can decrease the proximate level of tilapia fish fat exposed to heat stress. ____________________________________________________________________________________________________________________ Key words: proximate fat, willow leaves, chromium, tilapia fish PENDAHULUAN Ikan nila merupakan komoditas perairan darat yang banyak digemari oleh masyarakat, baik lokal maupun mancanegara. Untuk meningkatkan produksi ikan nila, budidaya secara intensif perlu dilakukan dengan pemberian pakan yang berkualitas (Wedemeyer, 1996). Ikan nila adalah salah satu ikan yang paling banyak dibudidayakan, sekitar 75% berkembang dalam beberapa tahun terakhir (FAO, 2009). Di dalam negeri, permintaan ikan cenderung meningkat sebagai akibat meningkatnya pendapatan dan kesadaran mengonsumsi makanan sehat sumber protein hewani sebagai pengganti ayam dan daging. Ini disebabkan makanan yang berasal dari ikan dapat diterima semua lapisan masyarakat dan tidak menimbulkan efek negatif bagi kesehatan (Akbar dan Sudaryanto, 2002). Ikan membutuhkan pakan dengan kandungan nutrisi yang cukup dan umumnya pakan diformulasikan dari bahan mentah nabati dan hewani secara bersama-sama untuk mencapai keseimbangan kandungan nutrisi pakan. Daging ikan terdiri atas beberapa komponen, seperti protein, lipid, vitamin, dan mineral, yang semuanya berkontribusi terhadap komposisi daging secara keseluruhan. Komposisi tubuh ikan dipengaruhi oleh faktor-faktor eksogen dan endogen (Huss, 1995). Menurut Affandi et al. (2004), ikan menggunakan terlebih dahulu protein untuk proses metabolisme dilanjutkan lemak dan yang terakhir karbohidrat.Ikan nila (Oreochromis niloticus) bila dipelihara pada suhu di bawah 14° C ataupun di atas 38C akan mengalami stres berat dan mati pada perairan yang suhunya di bawah 6° C atau di atas 42° C (Baras et al., 2001). Pertumbuhan optimum ikan nila pada masa pendederan pada suhu air berkisar antara 25-30° C (El-Sherif dan El-Feky, 2009).